oleh

Bakal Calon Bupati Ngada Positif Korona, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

RADARNTT, Bajawa – Ketua Pelaksana Satuan Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 kabupaten Ngada yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Ngada, Theodosius Yosefus Nono membenarkan pihaknya telah mendapat informasi bahwa bakal calon Bupati Ngada Kristoforus Loko dinyatakan positif korona.

Kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2020) sore, Tedy Nono sapaan Sekda Ngada menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi tersebut, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30 dan pada pukul 13.00 langsung menyerahkan hasil Swab ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Ngada.

“Hasil dari pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen yang diterima oleh Laboratorium Biologi Molekuler, Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang sampel PCR atas nama Kristoforus Loko dinyatakan positif korona,” kata Sekda.

Dijelaskannya bahwa dokumen hasil Swab yang diterima itu ditandatangani Kepala Instalasi Patologi Klinik dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK dan disetujui oleh Penanggung Jawab Umum Tim Covid-19 RSUD Prof DR W Z Johannes Kupang dr. Stefanus D. Soka, Sp.B.

Hasil pemeriksaan itu, katanya, Satgas Covid-19 langsung menyerahkan dokumen itu kepada KPU, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di mana KPU akan melakukan penundaan rapat pleno penetapan pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan.

“Dengan kondisi ini maka kabupaten Ngada saat ini menjadi Zona Kuning,” kata Sekda.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kristoforus Loko untuk meminta nama-nama orang yang kontak langsung dengannya selama 14 hari terakhir untuk dilakukan tracing dan mengimbau agar yang pernah kontak fisik agar dengan inisiatif sendiri melakukan pemeriksaan.

Ia mengatakan, tracing akan dilakukan seperti yang dilakukan kepada orang-orang terdekat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada yang pernah positif Covid-19 sebanyak 19 orang dan mereka semuanya negatif, sehingga perlakuan yang sama juga dilakukan bagi mereka yang kontak erat dengan pasien, baik dilakukan rapid tes maupun pengambilan swab.

Sekda menjelaskan, Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 kabupaten Ngada telah melakukan pertemuan bersama Kapolres Ngada, Dandim 1625 Ngada, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada serta komponen terkait lainnya terkait penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Ngada Nomor 44 tahun 2020 tentang pedoman penerapan dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kabupaten Ngada.

Pada Bab 5 pasal 7 Perbup tersebut tertulis bahwa, “Bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar akan diberikan sanksi dimana bagi perseorangan ada teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial dan denda administratif. Denda administratif berkisar antara Rp300.000 sampai Rp500.000,”.

Perbup tersebut juga mendasari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tanggal 04 Agustus 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di seluruh daerah provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.

Kristoforus Loko sendiri tidak hadir dalam proses pendaftaran bakal pasangan calon di KPU Ngada beberapa hari lalu karena, sebelumnya dari hasil rapid tes dinyatakan reaktif sehingga yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri dan selanjutnya ke Kupang, Minggu (6/9/2020) menggunakan pesawat melalui Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende.

Kristoforus Loko saat dihubungi media ini, membenarkan hasil Swab menyatakan dirinya positif Covid-19 dan saat ini sedang menjalani masa isolasi atau karantina pada salah satu rumah sakit di kota Kupang.

Ketua PAN Kabupaten Ngada ini menjelaskan bahwa dirinya saat ini sehat walaupun ada gangguan di kerongkongan karena beberapa aktivitas terakhir yang cukup padat dan sekarang ini fokus istirahat dan pengobatan di bawah penanganan dokter dan tim medis terkait.

Dijelaskannya bahwa nama-nama orang yang kontak dengannya selama 14 hari terakhir sudah disampaikan kepada Satgas Covid-19 kabupaten Ngada maupun tim dokter yang menanganinya di Kupang.

Dirinya terakhir keluar daerah ke Jakarta dan kembali ke Bajawa sekitar tanggal 8 Agustus dan selanjutnya tidak ada kegiatan di luar daerah lainnya termasuk kegiatan Muswil PAN di Kupang dilakukan dengan cara virtual.

“Saya kemana-mana termasuk ketika ke Jakarta dalam urusan SK partai selalu secara konsisten mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, pakai hand sanitizer, tetapi saya tidak pernah menyangka saya bisa kena wabah pandemik Covid-19,” katanya via seluler, Selasa (8/9/2020) sore.

Dia juga menegaskan bahwa apa yang dialaminya ini dijalani dengan tenang dan merupakan ujian hidup yang harus dilalui dan tentunya akan kembali normal untuk berjuang. (WDR/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan