oleh

Bandara Pantar di Kabir, “Jalan Tol Menuju Kabupaten Pantar”

-Alor, Daerah-748 views

RADARNTT, Kalabahi — Sebuah sejarah baru bagi masyarakat Pulau Pantar diukir hari ini, Senin (29/6/2020), sejumlah tokoh simpul berkumpul berdiskusi dan menyepakati pemberian nama Bandar Udara (Bandara) Pantar di Kabir untuk diusulkan dan diproses lebih lanjut ke pemerintah pusat.

Ini langkah maju, sesuatu yang sangat dirindukan masyarakat lima kecamatan di pulau Pantar untuk hadirnya daerah otonomi baru, dan proses panjang pembangunan Bandara Kabir yang telah dibangun sejak 2014 lalu, kini telah memasuki tahapan usulan pemberian nama yang bakal menjadi jalan tol menuju terwujudnya mimpi lahirnya kabupaten Pantar.

Diskusi bernuansa penuh persaudaraan itu dibuka Bupati Alor Amon Djobo, di Restoran Panggung Aikoli Kang Resort yang dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Alor melibatkan para tokoh simpul dari Pulau Pantar maupun yang berada di Kota Kalabahi dan sekitarnya, termasuk kalangan muda atau Ikatan Mahasiswa Pantar.

Bupati Alor, dalam arahan singkat sebelum melepas forum untuk bermusyawarah mengatakan, pemerintah dalam mendukung proses Pantar menjadi daerah otonomi baru dengan membangun sejumlah sarana dan fasilitas umum, termasuk Bandara Kabir yang sedang dibangun dan sebelum diresmikan tahun ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan memberikan kewenangan daerah memberikan nama yang pasti agar dapat ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan dan selanjutnya juga akan ditetapkan dalam Peraturan Daerah bersama DPRD Alor.

Bupati Alor saat memberikan arahan

Selanjutnya rapat dipandu oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Alor, Fredrik I. Lahal, dengan membuka babak diskusi lima orang diberikan kesempatan berbicara.

Dalam dialog kelima orang pembicara yang berasal dari sesepuh daerah, camat, tokoh masyarakat Pantar dan Kepala Unit Bandara Kabir semuanya mengerucut pada dua nama, masing-masing: Bandara Kabir dan Bandara Panea.

Setelah berurung rembuk dengan berbagai latar belakang alasan pemikiran yang sedikit tegang, maka dibuka kesempatan babak kedua dengan beberapa orang, termasuk Kepala Bagian Hukum Setda Alor, Marianus Adang, dan Camat Pantar Tengah, Manoak Boling Sau, yang memberikan pertimbangan merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan, di mana pada hakikatnya pada awal Bandara didirikan sejauh mungkin menggunakan nama tempat. Kemudian apabila berada pada wilayah desa/kelurahan, maka nama kecamatan yang digunakan. Demikian juga bila berdasarkan pada dua wilayah kecamatan, maka nama kabupaten yang digunakan.

Akhirnya, secara aklamasi semua peserta menyetujui nama Bandara Kabir yang selama proses pembangunannya digunakan secara administratif diganti menjadi Bandar Udara (Bandara) Pantar di Kabir.

Forum pun terasa lega (cool down) atas penyataan bersama tanpa interupsi apalagi amandemen untuk ditindaklanjuti oleh Pihak Pemerintah Kabupaten Alor ke jenjang persiapan selanjutnya.

Diskusi penuh persaudaraan yang berlangsung singkat sekira pukul 09:00–12:00 pun ditutup dengan makan siang bersama. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan