oleh

Bangun Kesadaran Hukum Human Trafficking, LPPM Undana PKM di Desa Kairane

RADARNTT, Oelamasi – Membangun kesadaran hukum masyarakat tentang human trafficking atau perdagangan orang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan masyarakat desa Kairane, kecamatan Amabi Oefeto, kabupaten Kupang, Kamis, (26/8/2020)

Ketua panitia kegiatan Dr. Detji K.E.R. Nuban, SH.M.Hum., dalam rilis beritanya kepada media ini mengatakan, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak terlepas dari peran civitas akademika dalam bentuk kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Dengan program pemberdayaan masyarakat ini, lanjutnya, insan kampus dapat meningkatkan sikap solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat khususnya yang membutuhkan bantuan pemahaman aturan hukum dan solusi penyelesaian beragam masalah di masyarakat.

“Maraknya perdagangan orang yang terjadi di Indonesia berimbas pula kepada kabupaten atau kota yang di NTT termasuk dalam satu wilayah yang turut menyumbangkan kasus perdagangan orang,” kata Nuban.

Menurut Detji Nuban, hampir di seluruh kabupaten atau kota di wilayah NTT, sebagian masyarakatnya terjerat dan masuk dalam kategori korban perdagangan orang.

“Bukan setiap tahunnya, NTT selalu dikirimi “mayat” korban perdagangan orang, hal ini sangat menggugah rasa kemanusiaan. Kabupaten Kupang dan masyarakatnya diklaim banyak menerima bingkisan “mayat” dan “penyakit” dari hasil rantauan tersebut,” sebutnya.

Detji Nuban menambahkan, tidak hanya mayat namun ada yang pulang dengan membawa penyakit dan beberapa diantaranya berasal dari desa Kairane.

“Melihat realitas kondisi kasus perdagangan orang yang sering terjadi ini maka perguruan tinggi melalui LPPM Undana telah melakukan kerja sama dengan pihak desa Kairane untuk memberikan penyuluhan hukum atau sosialisasi mengenai aturan, bahaya dan dampak dari perdagangan orang serta trik atau strategi agar tidak terjerat dalam lingkaran perdagangan orang,” jelas Detji Nuban.

Selain itu, dijelaskan Dosen Fakultas Hukum Undana ini, kegiatan PKM ini merupakan kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalannya yang semakin bertambah.

“Fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdiannya kepada masyarakat, memberikan pencerahan atau pemahaman hukum dan juga bantuan belajar hukum secara cuma-cuma sebagai akses terhadap keadilan (access to justice) dan kesamaan kehidupan hukum (equality before the law) bagi orang dan atau masyarakat miskin (Justice for the poor),” kata Detji Nuban.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat bagus, nampak dari diskusi yang berkembang dan berbagai pertanyaan yang dilontarkan kepada para pemateri.

Yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing yakni: Ibu Dr. Detji K.E.R. Nuban, SH., M.Hum., dan ibu Norani Asnawi, SH.,M.Hum., dari disiplin ilmu Hukum dan Ibu Novi Theresia Kiak, SE.,M.SE., dari disiplin ilmu Ekonomi.

Sementara, Kepala Desa Kairane Bapak Bernadus Beis, A.Md., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan kerja sama ini karena masyarakatnya memperoleh banyak informasi dan pengetahuan bahkan mereka sendiri berinisiatif untuk membentuk SATGAS penanganan perdagangan orang di desa Kairane untuk menjaga wilayahnya dari indikasi perdagangan orang.

Kegiatan ini menghasilkan suatu pernyataan komitmen bersama antara masyarakat, aparat desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk meminimalisir terjadinya kasus perdagangan orang di desa Kairane dan surat pernyataan komitmen tersebut telah melahirkan konsep SATGAS penanganan perdagangan orang yang strukturnya sedang digodok masyarakat agar dapat bekerja dengan baik.

“Kegiatan ini mengusung tema Upaya Meminimalisir Kasus Perdagan Orang Melalui Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat di Desa Kairane, peserta kegiatan berjumlah 30 orang dari perwakilan unsur masyarakat, tokoh adat dan perangkat desa,” jelasnya.

Sedangkan, bapak Hermas Manggoa, salah satu tokoh adat mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa Kairane. Merlintry Tlonaen, salah satu mahasiswi yang hadir mengungkapkan kegembiraannya karena melalui kegiatan ini dapat mengetahui banyak hal. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan