oleh

Bawaslu Mabar Temukan Ratusan Data Pemilih Siluman

RADARNTT, Labuan Bajo – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyoroti ratusan data pemilih siluman. Hal ini disampaikan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU), melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Manggarai Barat tahun 2020.

Pada Coklit, KPU mendapat sorotan serius dari Bawaslu di daerah itu. Bawaslu Mabar menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan KPU Manggarai Barat pada Coklit sebagai salah satu tahapan Pilkada Mabar.

“Kita (Bawaslu) adanya kejangalan pada data Pemilih dimana hampir ratusan pemilih di Mabar yang sudah meninggal dunia masuk dalam data pemilih A-KWK. Jumlahnya ribuan pemilih dan merata 5-10 orang per TPS,” ujar Ketua Bawaslu Mabar, Simeon Sofan Sofian, kepada media ini. Jumat, (24/7/2020).

Ia menilai data pemilih A-KWK yang didata KPU Mabar amburadul. Karena itu Bawaslu meminta agar KPU Mabar segera memperbaiki data tersebut sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Oktober mendatang.

“Kita minta KPU Manggarai Barat agar nama-nama yang meninggal dunia itu agar nanti jangan masuk dalam DPT untuk Pilkada Manggarai Barat. Tahapan belum selesai, namun kita temukan data amburadul,” kata Simeon Sofian.

Selain adanya daftar pemilih yang meninggal dunia, Bawaslu juga menemukan pelanggaran lainnya terjadi di Kecamatan Sano Nggoang yaitu Penambahan ratusan daftar pemilih siluman di Desa Golo Manting. Serta menemukan masalah pemindahan ratusan daftar pemilih di Desa Wae Mowol, Kecamatan Lembor yang masuk dalam daftar pemilih Desa Wae Bangka.

“Kami menilai KPU tidak sinkronisasi data. Coklit tinggal berapa hari lagi. Kita minta KPU Manggarai Barat serius mengurus data pemilih untuk Pilkada Manggarai Barat,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan