oleh

Belum Beroperasi Tes PCR di RSUD WZ Johannes Kupang

RADARNTT, Kupang – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona virus disease 2019 (Covid-19) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu mengatakan belum beroperasi laboratoriun tes polymerase chain reaction (PCR) di RSUD WZ Johannes Kupang, masih menunggu visitasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pengadaan reagant atau bahan reaksi yang diimpor dari Korea Selatan.

Saat dimintai keterangan terkait pengoperasian dan pemanfaatan laboratorium uji PCR di Kupang, Marius Jelamu menjelaskan masih dalam proses finalisasi dan berharap segera selesai dalam waktu dekat, “Belum ade, masih tunggu visitasi dari Kemenkes. Gedung sudah siap juga peralatan. Tinggal tunggu reagant yang diimpor dari Korsel,” kata Jubir Marius kepada media ini, Senin, (13/4/2020) petang.

Indonesia dan NTT tentunya, tengah berusaha menangani pandemi Covid-19. Setiap hari, kasus positif Covid-19 terus bertambah. Angka mortalitasnya pun kerap meningkat, meskipun angka pasien sembuh pun terus meningkat mencapai delapan persen lebih.

Selain upaya pencegahan penularan virus bernama SARS-CoV-2 itu, pemerintah pun melakukan usaha pendeteksian potensi terinfeksi pada seseorang.

Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo, wawancara dan penyelidikan epidemiologi merupakan tahap awal, sebelum dilakukan tes kesehatan. Tes kesehatan dilakukan dengan dua metode, yakni rapid test (tes cepat) yang menguji sampel darah dan PCR dengan menguji sampel lendir (swab).

Untuk yang melakukan tes cepat antibodi (rapid test), baik hasilnya positif maupun negatif, maka bila tidak ada tanda dan gejala sakit berat maupun sedang, dianjurkan melakukan isolasi diri di rumah, ujar Bambang saat konferensi pers secara virtual di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pekan lalu. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan