oleh

Bengkel APPeK dan Yappika Salurkan Bantuan Korban Ile Lewotolok

RADARNTT, Kupang – Lembaga Swadaya Masyarakat Bengkel APPeK NTT bekerja sama dengan Yappika ActionAid dalam minggu ini akan mendistribusikan ratusan paket bantuan bagi korban bencana erupsi Ile Lewotolok, Lembata, NTT. Bantuan tersebut, saat ini sedang dalam proses pengiriman dari Kupang ke Lembata menggunakan kapal penyeberangan laut.

Demikian hal ini disampaikan Koordiator Umum Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni, kepada bengkel.appek.org Sabtu, 19/12/2020 di kantornya Kelurahan TDM Oebobo Kota Kupang.

Vinsen menjelaskan, penerima manfaat bantuan lebih dikhususkan kepada korban yang paling rentan seperti kepala keluarga yang memiliki Bayi/Balita, Ibu Menyusui, Ibu Hamil, Anak, Lansia dan Disabilitas, jadi “sifatnya emergency renspos terhadap dampak letusan gunung berapi”.

Bagi Bengkel APPeK dan Yappika mereka adalah kelompok yang paling rentan dari dampak bencana letusan Ile Lewotolok Lembata beberapa waktu lalu.

“Kita salurkan langsung ke sasaran melalui sistem lapor kepada Posko utama, setelah itu baru disalurkan ke sasaran tersebut dengan pendekatan kepala keluarga dan individu yang terdampak,” ujar Vinsen.

Untuk tahap ini, kedua lembaga Non Governmental Organization (NGO) ini baru siap 113 paket untuk 113 kepala keluarga penerima manfaat, bantuan yang disalurkan berupa sembako, pampers, bola kaki/mainan anak, odol, sabun dan masker.

“Kedepan ada upaya kemitraan kedua lembaga ini dengan strategi pencegahan yang lebih strategis dan jangka panjang,” ungkap alumni GMNI Kupang ini.

Jadi ditingkat lapangan, lanjut Vinsen, ada tim resnpons bencana Bengkel APPeK NTT Unit Lembata yang dikoordinir langsung oleh Umparu Landuawang. Mereka sudah tergabung dalam Forum PRB (Penanggunglangan Resiko Bencana) Daerah Lembata sebagai relawan.

Sementara itu, Umparu Landuawang penanggugjawab Bengkel APPeK NTT Unit Lembata saat di hubungi bengkel.appek.org minggu, 20/12/2020 pagi via whastApp mengatakan, Bengkel APPeK sebagai relawan yang tergabung dalam Forum PRB Lembata, sudah ikut aktif melakukan pendataan korban bencana letusan Ile Lewotolok hingga saat ini.

Menurutnya, hingga saat ini data yang ter-update dari relawan berjumlah 7.259 jiwa, laki-laki 3.307 jiwa dan perempuan 3.952 jiwa. Keberadan korban ini ada di posko dan ada yang sedang mengungsi mandiri di rumah keluarga yang meliputi mengungsi mandiri 4.261 jiwa (laki-laki 1.982 perempuan 2.333) berada di Posko 2.998 (laki-laki 1.379 perempuan 1.619).

“Sedangkan untuk penerima bantuan, kita akan fokus pada kelompok rentan sebanyak 113 kepala keluarga, dari jumlah itu, terdapat 595 balita sesuai data yang berhasil kami himpun,” jelas Umparu.

Ia msngatakan bahwa, memang hampir setiap saat data akan selalu berubah jumlahnya, karena ada warga yang sebelumnya di keluarga gabung lagi di Posko demikian juga sebaliknya, dari posko ke keluarga atau mereka tidur di kebun.

“Ini sering terjadi yang menyebabkan data harus update terus setiap saat. Setiap data yang masuk dari lapangan kadang kurang akurat, sehingga harus selalu bangun koordinasi ulang ketingkat lapangan,” ujar Umparu.

Terkait bantuan untuk korban, Umparu menjejaskan, rencananya akan distribusi bantuan dua hari ke depan apabila paket bantuan yang dikirim dari Kupang sudah tiba di Lembata.

“Kita akan serahkan langsung kepada mereka, baik yang ada diposko maupun yang tinggal dirumah warga atau keluarga. Dalam catatan kami, lanjut Umparu, pengungsi yang ada dirumah warga / mandiri perlu segera mendapatkan sentuhan seperti ini sesuai fokus perhatian kita,” kata Umparu.

Umparu menambahkan, pihaknya segera melakukan koordinasi ke Pemda Lembata untuk menyampaikan penyaluran bantuan ini sebagai bentuk laporan. “Semoga hari selasa atau rabu, kita sudah distribusikan ke penerima manfaat,” katanya.

Sejauh ini lanjutnya, Bengkel APPeK Lembata ada 2 orang relawan yang sudah direkrut dan dalam penyaluran nanti akan dibantu juga oleh teman-teman PPL dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lembata.

Umparu menegaskan, penyaluran bantuan tahap pertama ini akan benar-benar transparan dan akuntabel sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada publik.

“Sebagai relawan, kami terus meng-update data, karena korban yang masih di kebun belum terdata semua. Saya beharap agar bantuan ini, penerima manfaat juga benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Umparu (bengkelappek.org)

Komentar

Jangan Lewatkan