oleh

Berbusana Adat Guru SMAN 1 Borong Rayakan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional

RADARNTT, Borong – Menghormati guru dan menampilkan identitas guru berbudaya, peserta upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional di SMA Negeri 1 Borong mengenakan pakaian adat sarung songket dan topi tenunan Manggarai.

Upacara bendera dipimpin Koordinator Pengawas (Korwas) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, daerah Manggarai Timur, Lukas Sumba, S.Fil, di halaman sekolah SMAN 1 Borong, Rabu, 25/11/2020.

Seusai upacara bendera, Korwas Lukas Sumba, di ruang kepala sekolah, menyatakan harapan agar guru lebih khusus di kabupaten Manggarai Timur harus menjadi pelayan yang setia dalam menjalankan tugas pelayanan sebagai guru.

“Sebagai guru kita harus sadar bahwa disiplin adalah kunci dari keberhasilan dalam dunia pendidikan, baik itu dalam dunia pendidikan tingkat SMA, SMP dan SD,” tuturnya.

Menurut Lukas, kolaborasi antara guru dan orang tua itu sangat penting untuk memajukan pendidikan di kabupaten Manggarai Timur dengan topografi yang begitu sulit.

“Selama bertugas di Manggarai Timur sejak tahun 2012, saya melihat dan merasakan para guru itu berjuang sekuat tenaga, berjuang untuk anak didiknya menjadi baik dan selalu menjadi panutan,” kata Lukas.

Ia menjelaskan bahwa guru sangat bisa, tetapi terkadang berhadapan dengan kendala minimnya ketersediaan sarana dan prasarana. Apalagi selama masa pandemi, kata Lukas, sekolah menerapkan sistem belajar dari rumah, ada sejumlah tuntutan- tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Belajar dari rumah, anak anak harus belajar berbasis online, harus memiliki handphone dan pulsa, kalau yang di kota kabupaten semuanya mungkin terpenuhi, akan tetapi kalau di daerah pedalaman, mungkin agak susah,” ujarnya.

Lukas menegaskan, dengan kenyataan seperti ini, pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat harus bisa memperhatikan hal ini. Melalui hari guru ini, Ia berharap agar hal seperti ini menjadi refleksi para guru dan pemerintah di semua tingkatan.

Walaupun masih dalam masa pandemi, para guru di daerah pelosok, dituntut menerapkan pembelajaran dua sistem, yaitu sistem luar jaringan online (luring) dan dalam jaringan online (daring).

Di daerah pelosok, kata Lukas, hanya bisa menerapkan sistem luring. Guru-guru tetap mengunjungi siswa dari rumah ke rumah.

“Sekarang kita di Manggarai Timur, puji Tuhan sudah kembali masuk zona hijau. Kita tetap proses KBM, tetapi sip sipan dan silang. Semenjak awal bulan ini, Gubernur melalui Dinas P dan K telah m hanya saja sip sipan dan berlaku dalam ruang kelas hanya 20 siswa,” kata Lukas

Lukas menegaskan, menghadapi masa pandemi ini, para Guru hendaknya jangan mudah menyerah. Pasalnya, mendidik orang tidak seperti sekali mendidik langsung jadi, tetapi semua butuh proses.

Menurut Lukas, banyak guru di kabupaten Manggarai Timur yang berprestasi dan berinovasi, hal itu sangat membanggakan dan sebagai Korwas dirinya mengapresiasi dan siap untuk mendukung guru untuk diperhatikan melalui dana BOS afirmasi maupun BOS reguler untuk mengapresiasi karya mereka.

Memilih untuk merayakan hari ulang tahun guru nasional di SMA Negeri 1 Borong, kata Lukas, bukan karena letak geografis sekolah dekat dengan jalan raya. Akan tetapi, lanjut Lukas, itu disebabkan oleh karena SMAN 1 Borong merupakan sekolah rujukan.

“Saya hadir disini, itu karena sekolah ini (SMAN 1 Borong,Red.) sekolah rujukan. Menjadi sekolah rujukan itu dilihat dari, misalnya, para gurunya harus menjadi panutan bagi orang lain, fisik sekolah tentu sudah bagus adanya, dan sebagai yang menjadi tangan kanan Dinas P dan K provinsi, saya harus hadir di depan mereka,” tutup Lukas.

Menyambung pernyataan Korwas, Kepala SMA Negeri 1 Borong Ferdinandus Fifardin, S.Pd, mengatakan bahwa, keberadaan pendidikan hari ini, dan maju mundurnya pendidikan hari ini sangat ditentukan oleh kerja keras guru hari kemarin.

Keberadaan pendidikan kedepannya, lanjut Ferdinandus, ditentukan oleh kerja keras guru pada hari ini. Oleh karena itu, Ia mengucapkan selamat hari guru nasional untuk para guru dan para pejuang pendidikan.

“Berkaitan dengan SMAN 1 Borong, kita cukup melihat hari ini dan saat ini. Tidak perlu menatap ke belakang. Keberhasilan hari ini merupakan kerja keras para guru sebelumnya,” tutur Ferdi, sapaanya.

Ferdi mengatakan bahwa sekolah ini sudah dinobatkan sebagai sekolah rujukan tentu banyak hal yang ingin ditularkan kepada sekolah lain.

Teacher are the keys, guru adalah kunci dari semua proses. Tentu semua fasilitas itu digerakkan atau diperankan oleh guru, guru adalah kunci dari semua proses dalam dunia pendidikan,” ungkap Ferdi.

Ferdi menjelaskan, guru harus menjunjung tinggi nilai disiplin, kemudian di abad 21 ini, guru harus memiliki ciri dan karakter, berintegritas dan komitmen, harus disiplin, passionate, bergairah dan memiliki rasa kasih sayang dan terbuka untuk sebuah perubahan.

Ia juga meneggaskan bawha, terletak di kampung atau jauh dari kota, SMAN 1 Borong, tetap terus berinovasi dan tetap menangkap peluang dari dinas dan kementerian dalam hal perubahan yang memajukan lembaga pendidikan.

“Terkait proses digitalisasi pendidikan yang tengah dikembangkan oleh kementerian, kita juga disini tangkap. Pada ujian semester kali ini, kita juga sudah menggunakan sistem android, tidak berbasis kertas lagi,” tandasnya.

Lebih jauh Ferdi mengatakan, pada ujian semester ini nanti, SMA Negeri 1 Borong akan menerapkan aplikasi dan siswa akan cepat mengetahui berapa perolehan nilai melalui aplikasi itu.

“Guru juga turut belajar untuk menggunakan IT, bagaimana menginput soal dalam aplikasi, menginput jawaban dalam aplikasi dan menggunakan aplikasi ini, bagian dari persembahan terbaik untuk pendidikan,” tuturnya.

Dikatakan Ferdi, pada jaman Jepang diserang oleh sekutu, yang paling pertama ditanya oleh pemerintah Jepang adalah, “berapa jumlah guru yang tersisa?”, Lanjut Ferdi, pasalnya, harapan ada di tangan guru.

Guru jangan dipandang dari fisiknya, tetapi peran guru sangat penting, pelan tetapi pasti membangun negara dan masa depan bangsa.

Melalui hari guru nasional, Ferdi mengatakan guru menghendaki pendidikan harus bisa membentuk karakter yang bisa menyuburkan jiwa siswa kemudian meluaskan intelektualnya, sehingga dengan modal itu, siswa bisa berdiri sendiri pada kakinya sendiri pada saatnya, itulah cita-cita leluhur guru.

Ferdi menambah, apel bendera memperingati hari guru dengan melibatkan para guru sebagai petugas, dengan berbalut pakaian adat budaya Manggarai, merupakan penghormatan terhadap guru dan sebagai identitas guru yang berbudaya.

Atas nama keluarga besar dan sivitas SMA Negeri 1 Borong Ferdi mengucapkan selamat Hari Guru Nasional kepada para guru di tanah air, khususnya di Manggarai Timur. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan