oleh

BUMDes Au Wula Tembus Pasar Online

-Daerah, Ende-551 views

RADARNTT, Ende – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Au Wula Desa Detusoko Barat dibentuk sejak 21 Agustus 2017 dan diperkuat melalui Peraturan Desa  Detusoko Barat Nomor 08 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dengan dua unit Usaha berupa Perdagangan dan Pariwisata.

BUMDes Au Wula memiliki beberapa Produk Uggulan, antara lain:

Kopi Detusoko

Kopi Detusoko khusus untuk kopi Robusta yang tumbuh di atas permukaan tanah Vulkanik karena berada di bawah Kaki Gunung Kelimutu, diolah dengan aneka teknik, Full Washed, Honey, Natural dan Wine Proses dengan Kemasan Premium. tersedia dalam kemasan 100gr dan 150gr baik untuk reasted been maupun greenben.

Sebagian besar (70 persen) penikmat kopi hasil BUMDes adalah pengunjung lokal, maupun wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Gelang Kopi Detusoko

Gelang kopi beraroma khas kopi Detusoko, “fruty notes” gelang kopi diambil dari biji kopi pilihan,, diolah dngan teknik Honey proses dan wine proses serta medium roast sehingga membuat aroma khas, menghilangkan bau badan dan rasa stress.

Gelang kopi juga menjadi oleh oleh khas Detusoko bagi wisatawan dan anak muda/mahasiswa.

Parfum Kopi Detusoko

Parfum kopi detusoko yang unik, digunakan sebagai pengharum ruangan maupun mobil, penyerap bau tak sedap, bagus untuk digunakan dalam ruangan atau dalam kendaraan.

Parfum Kopi banyak diminati para pekerja kantor dan pemilik kendaraan dan Wistawan.

Homestay : Detusoko Ecotourism

Dalam Mendukung Detusoko Barat Menjadi Desa Wisata, Kehadiran BUMDes Au Wula mendukung Pariwisata 3A (Atraksi, Amenitas dan Akomodasi) BUMDes Au Wula sejak awal 2018 mendukung penyediaan sarana dan prasaran Toilet Pot standar dan kelengkapan kamar tidur untuk Homestay yang awalnya hanya untuk 5 homestay namun sejak awal 2020 sudah mencapai 17 Homestay. Penginapan memanfatkan salah satu kamar rumah penduduk dengan harga  satu malam Rp150.000 sudah  termasuk makan 3 kali. Menu sajian lokal. Wisatawan melakukan atraksi hidup harian dan melakukan aneka kegiatan terkait kepariwisataan  berbasis desa. Dalam 2 tahun terkahir sekitar 1.120 Wisnu dan Wisman sudah beraktivitas di Detusoko.

Beras Hitam Organik Detusoko

Padi hitam organik, spesial khas padi lokal “Pare banga Laka” sangat beraroma, hitam, dan produk organik.

Beras hitam organik sangat digemari wisatawan dan warga kelas menengah ke atas di kota Ende dan Maumere.

Dapur Kita : Pasar Online Desa

BUMDes Au Wula dengan jargon Dapur Kita telah mendukung pasokan Sayuran dan Hortikuktura bagi masyarakat kota selama Pandemi dengan berbasis Digital Market place.

Koordinator P3MD KPW 5 Provinsi NTT, Kandidatus Angge mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, Dapur Kita telah memasarkan secara online dengan melibatkan belasan orang motor ojek untuk mendeliveri Sayuran dan Hortikultura ke Kota Ende. Dan kini sudah menembus Kota Maumere-Sikka dan Labuan Bajo-Manggarai Barat.

Angge Deodatus menjelaskan bahwa BUMDes Au Wula, di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende menjadi salah satu dari dua yang terbaik di NTT, bersama BUMDes Tujuh Maret di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

Untuk mengakses marketplace Dapur Kita bisa klik link berikut: http//dapurkita.bumdesmart.id

Desa Detusoko Barat terletak di bawah Kaki Gunung  Kelimutu, 33 Kilometer dari arah Ende menuju Maumere. Letaknya strategis karena tepat di tengah jalur utama Trans Flores, dan menjadi jalur keluar masuk wisatawan dari dan menuju Danau Kelimutu.

Lembah Detusoko yang sejuk dan dingin, ditumbuhi aneka jenis tanaman pertanian dan  perkebunan, dengan topografi berbukit, areal persawahan bertingkat dan lembah hijau sungguh menarik dipandang mata, tak heran Detusoko menjadi “resting Spot Area” bagi wisatawan.

VISI DESA : Mewujudkan Masyarakat Detusoko Barat Berkarakter Lokal, Berdaya Saing Ekonomi Mandiri Berbasis Pertanian Terpadu dan Ekowisata dengan Mengedepankan Teknologi Informasi Menuju Masyarakat Yang Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan

MISI  3 DESA : Membangun infra-struktur ekonomi masyarakat dan mencip-takan aneka produk dan jasa unggulan dari Desa dengan berpijak pada pertanian dan pariwisata Melalui “BUMDes” sebagai penggerak ekonomi Warga

Populasi penduduk per Juni 2020 adalah 211  kepala Keluarga, 734 jiwa. Mayoritas penduduk (95 persen) adalah petani dengan komoditas pangan terbesar adalah  padi, hotikultura, sayur/hotikultura, dan tanaman perkebunan sebagai komoditi unggulan adalah kopi Robusta selain itu juga ada Ubi kayu, kacang Cengkeh, Vanili, Kakao, Kemiri. (TIM/1RN)

Komentar

Jangan Lewatkan