oleh

Bupati Alor Beberkan Sejumlah Capaian Pembangunan

-Alor, Daerah-386 views

RADARNTT, Kalabahi – Bupati Alor Amon Djobo selaku inspektur upacara, dalam pidato Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Kantor Bupati, Senin 17 Agustus 2020 menyampaikan sejumlah capaian pembangunan di Kabupaten Alor, yang telah ditorehkan di periode kedua kepemimpinannya pada tahun 2019/2020.

“Kita telah melawati satu periode kepemimpinan dan tahun ini, memasuki tahun kedua di periode kedua, dengan sejumlah agenda Pembangunan Daerah, yang masih harus digumuli dengan berpedoman pada strategi Pembangunan, yakni Gerakan Membangun Menuju Alor Mandiri (GEMMA MANDIRI) dengan spirit Tancap Gas yang lebih dititikberatkan pada Program Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar,” ungkap Bupati Djobo.

Lebih lanjut Bupati Djobo mengatakan, masih banyak permasalah di daerah yang menjadi perhatian serius Pemerintah dalam menangani secara arif dan bijaksana dengan hati yang ikhlas, tanpa pamrih, untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaannya.

Indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan dan program-program prioritas Pemerintah Daerah menurut Bupati Djobo, diukur dari tiga aspek utama yakni Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Lajunya Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang didukung oleh penyediaan sejumlah infrastruktur daerah secara bertahap dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kontribusi PDRB berdasarkan harga konstan dapat dilihat dari peningkatan PDRB yang cukup baik, meskipun secara fluktuaktif prosentase kenaikan berkisar antara 5,06% – 5,31%.

Indikasi kenaikan PDRB Kabupaten Alor secara umum menurutnya, ditopang oleh pergerakan ekonomi daerah di bidang Pertanian, namun demikian trend kontribusi sektor Pertanian, mengalami penurunan pada setiap tahunnya, karena terjadi pergeseran struktur perekonomian Daerah ke sektor-sektor lainnya, terutama pada sektor jasa.

“Sehubungan dengan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Alor dalam rentang waktu enam tahun terakhir, juga menunjukkan adanya indikasi positif dari tahun ke tahun, dimana pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2014, berada pada angka 4,24% yang terus mengalami peningkatan hingga mencapai 5,32% di tahun 2019,” kata Djobo.

Indikator ketiga yang dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata Bupati Djobo, dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah, yang terdiri dari empat komponen penentu, meliputi Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah dan Kemampuan Daya Beli Masyarakat. Capaian IPM Kabupaten Alor selama enam tahun terakhir memperlihatkan pertumbuhan yang cukup progresif, khususnya sejak tahun 2015 sebesar 58,00 point.

“Untuk memacu laju pertumbuhan IPM Kabupaten Alor, maka Pemerintah Daerah berupaya meletakan sejumlah kebijakan strategis dan pembenahan secara bertahap pada semua komponen pendukung, sehingga pada tahun 2019 IPM Kabupaten Alor menembus angka 61,03 point,” jelas Bupati Djobo.

Secara umum, Bupati Djobo memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Alor selama tahun 2019 dan 2020 antara lain; Pembangunan jalan, jembatan dan pengembangan infrastruktur pertanian di sejumlah wilayah yang melibatkan komponen TNI dan Polri serta Aparat terkait lainnya termasuk LP.

Selanjutnya jelas Bupati DJobo, pembangunan infrastruktur pendidikan, pembukaan sekolah baru sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat, pengangkatan Tenaga Kontrak Guru diikuti sejumlah prestasi membanggakan khususnya pada Tahun 2020, yakni angka kelulusan SD dan SMP sederajat mencapai 100%.

Selain itu, sambungnya, Pemerintah Daerah juga melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan di sejumlah wilayah khususnya pembangunan puskesmas dua lantai, pengangkatan Tenaga Kontrak Kesehatan serta adanya penurunan angka kematian ibu dan bayi, yakni kematian ibu dari 11 orang pada Tahun 2018 turun menjadi 3 orang pada Tahu 2020. Khusus kematian bayi dari 28,0 pada Tahun 2018, terus mengalami penurunan hingga menacapa angka 12,0 pada Tahun 2019 dan untuk Tahun 2020 pertengahan Semester 2 ini berada pada 3,00 setiap 1.000 bayi yang lahir.

Khusus Stunting, Bupati Djobo katakan bahwa pada tahun 2018 Kabupaten Alor berada pada posisi ke 18 dari 22 Kabupaten/Kota Se-NTT dengan prosentase kasus sebesar 38% dan terus mengalami penurunan hingga 20% pada Agustus 2020.

“Terkait Demam Berdarah, pada Tahun 2019/2020 mencapai 1315 kasus. Untuk itu, diharapkan angka ini akan turun hingga 300 kasus dengan tanpa korban jiwa di Tahun 2020/2021,” tedasnya.

Diungkapkan pula bahwa Income Perkapita Penduduk Kabupaten Alor mengalami kenaikan yang cukup tajam pada Periode kedua Tahun terakhir, dimana pada Tahun 2018 itu, income perkapita per rumah tangga penduduk mencapai Rp, 7,8 Juta dan pada Tahun 2019 naik menjadi 9,3 Juta per rumah tangga penduduk sesuai Data BPS.

Pemerintah Daerah juga telah melakukan pembangunan Infrastruktur Dasar dan Infrastruktur Umum di seluruh Kecamatan meliputi pembangunan jalan, jembatan, irigasi, air bersih, listrik, pelabuhan laut, tambatan perahu, perumahan rakyat, sarana telekomunikasi dan sejumlah infrastruktur lainnya termasuk pasar.

“Pemerintah Daerah juga telah melakukan pembangunan perumahan dalam bentuk Bantuan Stimulan Swadaya, sebanyak 1.206 unit rumah pada Tahun 2019 dan pada Tahun 2020 sebanyak 877 unit rumah,” imbuhnya.

Untuk pendekatan pelayanan penyelennggaraan pemerintahan, kata Djobo, Pemerintah Daerah melakukan Pemekaran/Pembentukan Kecamatan baru yakni ABAD Selatan bersama dengan 38 Desa, yang prosesnya, sudah sampai pada tahap evaluasi di Kementerian Dalam Negeri.

Selain menyampaikan hasil capaian program pembangunan daerah, Bupati Djobo juga mengungkapkan bahwa ketaatan dalam penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), di Kabupaten Alor mencapai 100% yang mendapat apresiasi dari KPK RI sebagai kabupaten tercepat kedua penyampaian LHKPN di NTT.

Pada bidang Keagamaan dan Pariwisata, Pemerintah Daerah telah menyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Alor pada Tanggal 20-24 Juli 2020 termasuk penyelenggaraan Festival Alquran Tua dan Festival Dugong pada Tanggal 29-30 Juli 2020.

Untuk penyelenggaraan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII, kata Bupati Djobo akan digelar pada minggu kedua bulan September Tahun 2020.

Untuk diketahui, Upacara HUT RI ke 75 Tahun 2020 selain dilaksanakan di halaman Kantor Bupati juga dilaksanakan di tingkat kecamatan oleh Camat bersama Kepala Desa dan Masyarakat di wilayah masing-masing. (Tim Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

Komentar

Jangan Lewatkan