oleh

Bupati Alor Rayakan HUT ke 60 dengan Tanam 2000 Anakan Pohon

-Alor, Daerah-871 views

RADARNTT, Kalabahi — Bupati Alor, Amon Djobo dihari bahagianya, Sabtu (22/2/2020), tepatnya berumur 60 tahun merayakan Hari Ulang Tahunnya dengan menanam anakan pohon atau tanaman produktif bersama masyarakat Kelurahan Kalabahi Barat, Kecamatan Teluk Mutiara di Kenarilang menuju Kampung Lama, Bukit Dorbang.

Kegiatan Penghijauan tersebut disponsori juga oleh aktifis Gerakan Cinta Bumi yang dikampanyekan Ketua Umum DPP PDIP, Ibu Megawati Soekarno Putri awal Januari 2020 lalu, di kala Kegiatan Nasional Partai Berlambang Banten Moncong Putih tersebut.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Alor, Eny Anggrek, yang juga Ketua DPRD Alor mengatakan hal tersebut pada sambutan awal pelaksanaan kegitan yang digabungkan dengan HUT Bapak Amon Djobo pada Sabtu pagi itu.

Bupati Djobo dalam hari bahagia itu sambutan singkatnya menyatakan, bahwa dirinya sebenarnya tidak suka dengan acara-acara ceremonial tiup lilinnya dan potong kuenya karena pada dasarnya Bapak Amon tidak suka dengan pesta. Dirinya mengaku lebih senang berada di tengah masyarakat di kampung-kampung, di gunung-gunung dan lembah-lembah.

Namun karena dirangkai dengan kegiatan mencintai bumi dan alam jagat raya ciptaan Tuhan, maka dirinya berada di kota untuk bersama-sama menghantarkan rakyat Kenarilang dan sekitarnya mencintai alam bagi kehidupan mereka melalui Program Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar.

Untuk itu, Pejabat Low Profile penggemar kostum putih ini meminta agar setelah penanaman bersama Unsur Forkompinda dan pejabat daerah lainnya, masyarakat bisa merawatnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kenarilang, Marthinus Bang yang mendapat suapan kue Ultah kepada media mengatakan puji dan syukur kepada Tuhan melalui Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Pihak Pemeintah Daerah dan DPRD Alor yang memberikan perhatian bagi masyarakat melalui penanaman anakan kelapa, jati putih, dan mahoni di sepanjang jalan menuju kampung lama Dorbang dengan pendakian bukit yang memiliki pemandangan alam Teluk Kabola yang indah dan juga pesannya bagi generasi muda untuk kembali ke kampung lama, karena di sana ada sumber ekonomi dengan tanaman produksi seperti kemiri dan cengkeh yang diistilahkan dengan tali perut. (Aby/Kompimp)

Komentar

Jangan Lewatkan