oleh

Bupati Deno Pimpim Rapat Koordinasi Bahas Stunting

RADARNTT, Ruteng – Dalam kerja-kerja ini, harus terjadi konvergensi sehingga target-target yang kita kejar itu bisa tercapai, demikian tegas Bupati Manggarai, Deno Kamelus saat memimpin Rapat Koordinasi membahas isu stunting.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan setelah acara pelantikan jabatan administrator, bertempat di Gedung Serbaguna Paroki Santa Maria Ratu, Reo pada awal Januari. Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai, Anggota DPRD, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa setempat.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi lintas sektor tentang upaya penanganan stunting di daerah ini. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Maria Yasinta Aso yang mendampingi Bupati dalam pemaparan data stunting hari itu mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi e-PPBGM (sistem aplikasi online pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat), dari 28.000 balita yang diukur, ditemukan 20% di antaranya mengalami stunting.

“Data ini merupakan data tahun lalu,” kata Maria,“ saat ini pihak Dinas Kesehatan sedang melakukan survei terbaru.” Ditambahkannya survei terbaru itu belum rampung dan pengerjaannya baru sampai pada angka 67%.

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Matias Masir saat itu mengatakan siap mendukung program pemerintah dalam menangani masalah stunting.

“Kami sangat mendukung program pemerintah, tentunya saya dan jajaran teman-teman DPR selalu mendukung, karena ini dalam rangka membangun dalam kesehatan masyarakat,” tutur Matias.

Sementara itu, Bupati Deno Kamelus dalam rapat ini kembali menegaskan kepada para Pimpinan Perangkat Daerah untuk tetap melakukan kerja kolaboratif dalam rangka pengentasan masalah stunting di Manggarai.

“Dalam kerja-kerja ini, harus terjadi konvergensi sehingga target-target yang kita kejar itu bisa tercapai,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta para Pimpinan Perangkat Daerah yang hadir untuk dapat memaparkan program-programnya dalam menyasar persoalan stunting di Manggarai.

Kadis PUPR, Shaldy Sahadoen menjelaskan penyediaan air minum bersih yang ditangani instansinya adalah salah satu bentuk penanganan program gizi sensitif. Sementara dari Kadis Perumahan Martinus Jekau menjelaskan, instansinya mengadakan bangunan tangki septik dalam skala komunal maupun individu yang pembiayaannya diperoleh dari DAK. Sedangkan Dinas Pertanian memasukkan program holtikultura dalam kerangka ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara menjelaskan, program holtikultura difokuskan pada komoditas yang mengandung protein nabati, di antaranya kacang buncis dan bayam. Selain itu, tambahnya, dalam komunikasinya dengan pihak Dinas Kesehatan akan membentuk kebun-kebun gizi di Puskesmas, Pustu, dan beberapa tempat tertentu yang kurang lebih berjumlah 60 lokasi. Lanjutnya, untuk Kepala Keluarga yang tidak masuk dalam kelompok holtikultura tetapi memiliki balita stunting dan ibu hamil, akan ditanam di lahan pribadi

Kepala Dinas DPPKBPPA, Silvanus Hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya memanfaatkan dana alokasi khusus untuk sosialisasi stunting bagi pasangan usia subur di tingkat kecamatan dan desa. Dinas Pendidikan melalui Kadis Maksimus Gandur  juga melakukan program sosialisasi stunting dan pendidikan keluarga untuk penanganan stunting.

Sementara itu, Dinas Kesehatan sendiri telah melaksanakan pengadaan multivitamin dan dari dana DAK non fisik untuk kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan dalam upaya promotif dan preventif permasalahan stunting.

Pihak Puskesmas Reo yang hadir dalam rapat itu menyatakan pada tahun 2019 kemarin pihak mereka telah melakukan kegiatan sosialisasi stunting kepada seluruh keluarga di 10 desa untuk Puskesmas Reo.

Bupati Manggarai dalam kesempatannya hari itu meminta para pejabat dan pimpinan yang hadir, khususnya Dinas Kesehatan untuk memasang target yang terukur untuk upaya penanganan stunting di Manggarai. Ia juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk menyiapkan data yang aktual dan akurat dalam survey terbarunya. Lebih lanjut, dirinya berterima kasih kepada pihak terkait karena telah menyediakan data penderita stunting secara detail by name by address, sehingga memudahkan pemerintah dalam upaya melakukan pemantauan langsung penderita stunting.

Setelah melaksanakan rapat koordinasi Bupati Manggarai beserta rombongan yang hadir, bersama-sama mengunjungi penderita stunting yang berada di Desa Salama, Reok. (YJ/TIM/RN)

 

(Sumber: Humas Manggarai)

Komentar

Jangan Lewatkan