oleh

Bupati Djobo: Lawan Covid Melalui Kerja Nyata Bukan Tidur Panjang

-Alor, Daerah-292 views

RADARNTT, Kalabahi – Bupati Alor Amon Djobo pada acara pembukaan Ekspo Alor XIV dan Alor Karnaval VII tahun 2020 di lapangan mini Kalabahi Senin, (28/9/2020) menegaskan, jika kita semua bertekuk lutut di bawah kaki virus corona maka, Indonesia, NTT dan Alor tidak akan berubah dan berkembang.

“Karena itu, kita harus menjalin persahabatan dengan covid-19. Bersahabat dengan covid-19 artinya kita bukan hanya berdiam diri di rumah dan tidak mau bekerja,” tegasnya.

Bersahabat dengan Covid-19, lanjut Bupati Djobo melalui kerja nyata, bukan tidur panjang. “Kita harus melakukan aktifitas sosial ekonomi dimanapun berada dengan berpedoman pada protokol kesehatan penanganan covid,” tegasnya.

“Bersahabat dengan covid berarti kita waspada sambil bekerja, bukan ketakutan dan hanya berdiam diri dalam rumah, tidur-tidur di rumah. Kita tidak boleh takut dengan covid-19, mari kita bangkit melawan dengan kerja nyata,” ajak Bupati Djobo.

Lebih lanjut Bupati Djobo mengungkapkan, pada bulan Juli lalu telah diselenggarakan MTQ tingkat Kabupaten Alor yang melibatkan peserta dari 11 kecamatan dan dapat terlaksana dengan baik tanpa menimbulkan adanya peserta yang terkena virus corona.

Setelah kegiatan MTQ, Pemerintah Daerah juga menyelenggarakan Festival Dugong dan Al Quran Tua di Alor Besar selama dua hari dan dihadiri oleh masyarakat umum dan pengunjung atau tamu dari luar Alor. Kegiatan ini pun berlangsung dengan baik tanpa ada yang terkena virus corona.

Berangkat dari pengalaman dua iven besar tersebut maka Pemda Alor menyelenggarakan Ekspo Alor XIV dan Alor Karnaval VII tahun 2020. Event ini kata Bupati Djobo mengandung tiga hal utama, yaitu : Pertama, sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat; Kedua sebagai wadah penguatan sosial budaya dan hal ketiga sebagai wadah untuk memberikan disiplin bagi masyarakat untuk melawan pandemi covid-19 melalui disiplin mengikuti protokol kesehatan.

“Saya harap setiap pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan penanganan covid -19, Para Camat, Kepala Desa/Lurah harus memberitahukan masyarakatnya untuk ikuti protokol kesehatan jika masuk dalam arena ekspo. Yang merasa sakit tidak boleh berkunjung di arena ekspo Alor. Nanti sakit baru dipolitisir dan menyalahkan pemerintah,”pungkas Bupati Djobo.

Untuk penyelenggaraan Ekspo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja sama Setda Propinsi NTT, Lery Rupidara, dalam sambutannya mewakili Gubernur NTT menegaskan, Penyelenggaraan Ekspo Alor ke 14 dan Alor Karnaval ke 7 tahun 2020 akan memberikan dampak positif kepada seluruh lapisan masyarakat Alor karena melalui kegiatan ini segenap potensi dikembangkan dan disalurkan untuk mencapai atau memenuhi mata rantai produksi, distribusi dan konsumsi agar terjadi perepatan dan pemulihan ekonomi.

“Saya harap melalui event ini, dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan segenap potensi unggulan yang ada,”ungkap Karo Ekonomi.

Dikatakan pula, pada tanggal 16 dan 17 Agustus silam, Pemprop. NTT melalui Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Propinsi NTT bekerjasama dengan Lembaga Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga lainnya menyelenggarakan kegiatan yang sama di Kabupaten Alor yang hasilnya sukses menghidupkan perekonomian dan kini diselenggarakannya Ekspo Alor XIV Tahun 2020.

Ia harap dalam penyelenggaraan ekspo tahun 2020 tidak saja terjadi jual beli tapi ada saling menguatkan, termasuk penguatan institusi pemerintah terutama pada usaha mikro dan kecil sebab pemulihan ekonomi Indonesia, NTT dan juga Alor hanya bisa dijawab oleh dua faktor yakni, Pertama adalah berfungsinya usaha mikro dan kecil dan faktor kedua tentu saja belanja pemerintah.

“Event ini dapat mengangkat berbagai aspek bukan saja jual beli, bukan saja budaya tetapi juga memperkuat aspek usaha ekonomi riil terutama ekonomi mikro dan kecil,” tutup Karo Ekonomi.

Pada tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Drs. Soni O. Alelang selaku ketua panitia melaporkan, tujuan pelaksanaan event tersebut adalah menjadikan ekspo sebagai sarana promosi potensi wisata daerah kepada masyarakat umum dan membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat yang terkubur oleh badai pandemi covid-19 serta memacu kunjungan wisatawan domestik maupun manca negara di Kabupaten Alor.

Ekspo tahun 2020 yang bertemakan Kemitraan Bisnis dan Budaya Untuk Peningkatan Ekonomi Lokal, kata Sekda Alor berlangsung selama enam hari dari tanggal 28 September sampai 3 Oktober dengan sejumlah kegiatan utama salah satunya Pemilihan Putri Pariwisata Alor.

Sekedar untuk diketahui, Acara Pembukaan Ekspo Alor XVII tahun 2020 yang diawali dengan Karnaval Budaya dihadiri, Wakil Bupati Alor Imran Duru, SPD, M.Pd, Forkopimda Kabupaten Alor, Para Asisten Setda Alor, Kepala RRI Kupang, Kepala BPJS Kupang, Pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan dinas/badan lingkup Pemda Alor dan instansi vertikal serta sejumlah tokoh masyarakat kabupaten Alor.

Menurut Fredrik Abia Kande, pelaksanaan ekspo dan karnaval ini termasuk langkah berani dari pemerintah kabupaten Alor sebagai bagian dari manajemen krisis pemerintahan. Keberanian itu tentu terkait dengan kepentingan pemerintah untuk mem-balanching kepentingan ekonomi dan kesehatan.

“Pemerintah bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat terutama berupaya mencegah penyebaran Covid, akan tetapi juga tidak ingin mengabaikan persoalan ekonomi. Sebab, baik di level daerah maupun nasional, pemerintah tentu tidak ingin agar resesi itu terjadi sebagaimana prediksi berbagai otoritas terkait,” tutur Kande.

Oleh karena itu, menurut dia, yang penting adalah pelaksanaannya harus berbasis pada pencegahan Covid dan ini berlaku bagi semua pihak, terutama penyelenggara, pengelola stand maupun pengunjung.
Pada titik tertentu memang dibutuhkan relaksasi.

“Perlu relaksasi agar pertumbuhan dapat bergerak ke arah positif. Sama halnya dengan tubuh manusia yang membutuhkan relaksasi dari tekanan dan kepenatan akibat pendemik dan teror mental melalui penetrasi informasi yang sangat cepat dan langsung,” tegas Fredrik Kande (EK/PKP/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan