oleh

Bupati Djobo Serahkan 375 Sertifikat Tanah kepada Warga Kelurahan Mutiara

-Alor, Daerah-410 views

RADARNTT, Kalabahi – Bupati Alor, Amon Djobo mewakili Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 375 sertifikat tanah kepada warga Kelurahan Muriara, Kecamatan Teluk Mutiara pada Senin (13/1/2020) di Aula Wata Melang-Watatuku.

Penyerahan sertifikat tanah tersebut merupakan Program Nasional Pengukuran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Pengganti Prona tersebut dihadiri Unsur Muspida, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Alor, Jeremias Haning, Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Osias Gomangani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fredy Lahal, Camat Teluk Mutiara, Daud Dolpali, Lurah Mutiara, Melky Fabila, dan masyarakat penerima sertifikat serta sejumlah tokoh adat, tokoh agama se-Kelurahan Mutiara.

Bupati Djobo dalam arahannya mengatakan, Presiden Jokowi memastikan dalam kurun waktu pemerintahannya hingga 2024 seluruh warga sudah memiliki sertifikat tanah dan untuk Kabupaten Alor diberikan jatah kuota 5000 sertifikat untuk tahun anggaran 2019 yang tersebar di 17 kecamatan.

Bupati Alor Dua Periode ini juga menandaskan, bahwa kendala yang dihadapi masyarakat Alor dalam berbagai konflik tanah disebabkan karena masing-masing orang tidak mengenal diri terhadap kepemilikan lahan.

“Bapak Mama, saya dan Kepala BPN ini dengar langsung arahan Presiden Jokowi di Jakarta, di mana beliau dengan tegas memerintah agar sertifikasi semua tanah, baik milik masyarakat, terutama juga milik pemerintah dan bersyukur, puji Tuhan, alhamdulilah kita di Alor kebagian 5000 sertifikat untuk tahun anggaran 2019. Namun, dalam perjalanannya, kadang tidak mencapai target kuota, karena ketika teman-teman pertanahan selesai ukur, belum turun sertifikat ada komplain sana komplain sini, akhirnya ditunda. Dan, akan diukur ulang bila sudah diurus secara baik,” tandas orang nomor satu di Nusa Kenari ini.

Meski demikian Bupati yang bersahaja ini, menjelaskan betapa pentingnya memiliki sertifikat agar adanya kepastian hukum dan manfaat ekonomi, yang mana orang yang memilikinya lebih kuat ketika ada gugatan dan juga sertifikat dapat dimanfaatkan untuk menunjang ekonomi produktif dengan memperoleh modal dari Pihak Bank.

Selain itu, menurut Bupati Djobo manfaat sosial bagi yang memiliki sertifikat, bila ada pembangunan infrastruktur jalan yang melewati tanah warga, maka bisa dikomunikasikan dengan Pihak Pemerintah Daerah dalam hal pengaturan pajak.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Alor, Jeremias Haning dalam sambutannya mengatakan, jatah untuk Kelurahan Mutiara sebanyak 432, namun seetifikat yang dikeluarkan berjumlah 375 sertifikat, karena ada kendala di beberapa RT/RW antar keluarga. Untuk itu, dimohon untuk diselesaikan bersama-sama pihak kelurahan, sehingga ke depan bisa diurus kembali.(Humas/Gaby L. Tang/Edy Kaful)

Komentar

Jangan Lewatkan