oleh

Butuh Tiga Tahun, Toni-Agus Selesaikan Kemiskinan di Sumba Barat

RADARNTT, Waikabubak– Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat periode 2020-2025, Marthen Ngailu Toni dan Agustinus Bernardus Bora (Toni-Agus), berjanji segera mengentaskan kemiskinan dalam waktu tiga tahun.

Hal ini ditegaskan bakal calon Bupati Marthen Ngailu Toni dalam orasi politik di acara deklarasi bakal pasangan calon, yang berlangsung di Desa Praibakul Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (19/9/2020).

Dalam orasi politiknya di hadapan masyarakat yang hadir dalam kegiatan deklarasi itu, Marthen Ngailu Toni berjanji dalam waktu tiga tahun akan mengentaskan kemiskinan di kabupaten Sumba Barat.

“Apa bila kami mendapat mandat dan kepercayaan dari seluruh masyarakat Sumba Barat, maka saya berjanji untuk kita semua dalam waktu tiga tahun, kami mengentaskan kemiskinan di kabupaten Sumba Barat,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Wakil Bupati Sumba Barat periode 2015-2020 itu mengatakan, seharusnya kabupaten Sumba Barat ini tidak miskin dan tidak bodoh. Tetapi dimiskinkan dan dibodohi mulai dari cara berpikir yang disematkan orang.

“Kabupaten Sumba Barat tidak miskin dan tidak bodoh. Yang kita butuhkan adalah seorang pemimpin yang mampu membawa cara berpikir bahwa kita tidak miskin dan tidak bodoh, itu yang dibutuhkan,” kata Toni.

Karena sesungguhnya Sumba Barat tidak miskin dan tidak bodoh, tegasnya, hanya kita membiarkan diri dibilang miskin dan bodoh.oleh orang lain.

“Itu adalah cara berpikir feodal masa dulu, cara berpikir orde lama, cara berpikir orde baru, cara berpikir orang-orang sombong yang selalu mau kita menjadi orang miskin dan bodoh. Ketika kita terima itu, maka kita akan menjadi rendah di matanya, kalau kita sudah menjadi rendah di matanya maka kita akan mudah dikuasainya. Karena itulah, paket Toni-Agus ingin memerdekakan dari cara berpikir itu, kita harus keluar dari cara berpikir itu,” tuturnya.

Mantan Anggota DPRD tiga periode itu, mengatakan bahwa Sumba Barat tidak miskin dan tidak bodoh, tidak hanya sebatas itu. Ketika membangun Sumba Barat nanti tiga tahun harus keluar dari kemiskinan, harus dimulai dari cara berpikir bahwa Sumba Barat tidak miskin dan tidak bodoh.

“Harus sadari bahwa Tuhan luar biasa memberi dan memberkati,” tandasnya.

Marthen Ngailu Toni juga menyampaikan, selama ini kita berpikir bahwa pemerintah akan membangun ekonomi masyarakat, dan masyarakat berpikir bahwa pemerintah telah membantu. Tetapi kejadian fakta menurut Wakil Bupati itu, seluruh apa yang telah dilakukan pemerintah tidak juga mengantar masyarakat lebih sejahtera, karena kabupaten Sumba Barat masih menjadi kabupaten yang tertinggal di Indonesia.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat, agar mengubah cara berpikir, karena Sumba Barat itu punya potensi yang luar biasa.

Toni juga menyoroti, bahwa selama ini hanya sebatas ekonomi padi sawah, seluruh tenaga, waktu, biaya habis untuk mengelola padi sawah dan hasilnya habis jual.

Karena itu Toni-Agus berjanji, apabila mendapat mandat untuk memimpin Sumba Barat, salah satu yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan adalah membangun ekonomi rakyat melalui pertanian, peternakan dan pariwisata.

Akan memfungsikan lahan-lahan kering, pemerintah membantu mulai dari persiapan lahan, budidaya, sampai pemasaran. Untuk tanami tanaman yang bernilai ekonomi tinggi yang bisa memberikan uang kepada seluruh rakyat Sumba Barat.

“Padi tetap diberi perhatian yang serius dan hasil padi bukan untuk dijual tetapi untuk persediaan makan dan untuk ketahanan pangan rakyat. Cara berpikir itu yang akan kita rubah,” katanya.

Marthen Ngailu Toni juga berjanji, akan kembangkan peternakan yang bisa segera dijual yang dapat memberikan uang kepada seluruh rakyat, mengembangkan pariwisata, air bersih, memberikan sambungan listrik gratis dari PLN kepada seluruh masyarakat Sumba Barat,” tutupnya.

Bakal pasangan calon Toni-Agus diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang resmi telah mendaftar di KPU Sumba Barat pada 4 September 2020 lalu, dan kembali mendeklarasikan diri kepada masyarakat. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan