oleh

Catatan Akhir Tahun 2020, KNPI Ajak Pemuda Jaga Toleransi

RADARNTT, Kupang – Menjelang akhir tahun 2020 dan menyambut tahun baru 2021 DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan diskusi online dengan tema “Catatan Akhir tahun 2020”.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencatat perjalanan dan dinamika Pemuda Indonesia sepanjang tahun 2020 sebagai referensi memasuki tahun 2021.

Diskusi tersebut dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2020 via Zoom Meeting yang Diikuti oleh 50 lebih peserta dari berbagai daerah di provinsi NTT.

Diskusi daring ini menghadirkan Pemateri Ketua GP Ansor NTT Ajhar Jowe, Kepala Badan Kesbangpol provinsi NTT Yohanes Oktavianus, dan Ketua DPD KNPI NTT Yoyarib Mau.

Jalannya acara dipandu oleh moderator Christo Kolimo, menyampaikan bahwa diskusi ini sengaja diinisiasi untuk melihat perjalanan dan pencapaian pemuda Indonesia. Sekaligus menjadi catatan awal memasuki tahun baru 2021.

Dalam penyampaian materinya Ketua DPD KNPI NTT, berharap agar tetap menjaga bersama negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dengan tidak menimbulkan hasutan menggunakan simbol-simbol agama, dan selalu dalam satu komitmen yaitu komitmen satu nafas kebangsaan.

“Karena ini bagian dari cara kita menjaga NKRI. Agar tetap tegak berdiri dan menjadi rumah besar yang aman dan nyaman bagi semua anak bangsa,” ujarnya.

Yoyarib menekankan bahwa menjaga NKRI dimulai dari membangun tali silaturahmi dan toleransi antar anak bangsa. Pemuda harus menjadi garda depan menjaga toleransi, hal ini sudah ada dalam akar budaya kita yaitu gotong royong dan kerja sama.

Hal yang sama juga disampaikan ketua GP Ansor, Ajhar Jowe, bahwa NTT yang sangat terkenal dengan nusa paling toleran harus tetap dijaga agar tidak tergerus arus perkembangan jaman.

“Walaupun NTT bukan satu mayoritas keyakinan tetapi kita selalu menjaga toleransi, kita tetap jaga NTT walaupun kita bukan saudara seagama tetapi kita saudara dalam kemanusiaan,” tuturnya.

Kepala Badan Kesbangpol Propinsi NTT, Yohanes Oktavianus berharap agar pemuda mengambil peran dalam mewujudkan toleransi di bumi Flobamora.

“Kita selalu menjaga NTT dengan menghindari ujaran-ujaran kebencian yang memecah bela bangsa dan selalu menaati aturan-aturan dari pemerintah,” pinta Yohanes.

Menyikapi pembubaran Ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan oleh pemerintah beberapa jam sebelum gelaran diskusi, ketiga Narasumber: Ketua DPD KNPI NTT, Ketua GP Ansor dan Kepala Badan Kesbangpol provinsi NTT, meminta kepada seluruh elemen pemuda NTT berbasis keagamaan menjaga tali silaturahmi sebagai Nusa Tinggi Toleransi. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan