oleh

Cegah Virus Corona, Pemerintah Tutup Kampung Adat Bena

-Daerah, Ngada-1.242 views

RADARNTT, Bajawa – Kampung Adat Bena merupakan salah satu kampung adat tertua dan sisa peradaban megalitikum di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur yang biasa ramai dikunjungi wisatawan. Namun, kini tampak lengang karena merebaknya corona virus atau Covid-19.

Kampung Adat Bena di Desa Tiwo Riwu, Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada, berada di sebelah timur Gunung Inerie (2.245 mdpl), dengan jarak 17,5 km dari kota Bajawa itu ditutup selama dua minggu.

Kepala Desa Tiwo Riwu Sirilus Waso ketika dikonfirmasi media ini di tengah kampung adat Bena mengatakan, untuk sementara dalam waktu dua minggu ke depan, pihaknya menutup kampung adat ini dari kunjungan tamu dari luar.

Berdasarkan instruksi pemerintah daerah bahwa masyarakat harus mengisolasikan diri agar bisa mencegah virus corona .

“Kami juga berharap masyarakat bisa mendengar instruksi pemerintah, agar penyebaran virus corona ini bisa dicegah,” ungkap Kepala Desa Tiwo Riwu, Kamis, (26/3/2020).

Pesona Kampung Adat Bena sebagai sisa peradaban megalitikum yang masih bertahan hingga saat ini, memikat banyak pengunjung wisatawan domestik maupun manca negara yang datang untuk menyaksikan lebih dekat.

Sehingga, pendapatan untuk kampung adat tersebut bisa mencapai puluhan juta dalam seminggu tergantung musim panas dan musim dingin.

Pandemi Covid-19 ikut berdampak pada  menurun drastis pendapatan kampung tradisional Bena. Hal ini diungkapkan salah seorang warga.

Andreas Atu selaku warga kepada media ini mengatakan, sebelum mewabah virus corona, biasanya di musim dingin penghasilan dari kunjungan berbagai warga dalam negeri bahkan luar negeri di kampung wisata ini bisa mencapai Rp 10.000.000 per minggu. Jumlah pendapatan meningkat di musim panas bisa mencapai Rp 30.000.000.

“Dari hasil tersebut akan disumbangkan ke setiap rumah adat ketika ada proses rehabilitas. Namun, jumlah sumbangan tergantung dari proses pekerjaan rehab tersebut butuh anggaran besar atau tidak,” kata Andreas.

Lanjutnya, “Tetapi ketika wabah virus corona ini, pendapatan di kampung adat ini benar benar kosong. Karena, pemerintah desa sudah melarang para tamu berkunjung dan menutup hingga dua pekan ke depan. Hal ini, agar bisa mencegah penyebaran virus corona,” ungkap Andreas.

Pantauan awak media di lokasi terlihat kampung adat Bena sangat sepi. Saking sepinya kampung tersebut, bahkan anak sekolah yang sedang libur tidak terlihat bermain di luar rumah adat, begitu pun orang tua lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan