oleh

Desma Center Kick Off Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata di SBD

RADARNTT, Tambolaka – Desma Center menggelar kegiatan Kick Off Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata tingkat kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), yang berlangsung di Aula Hotel Sinar Tambolaka, Kamis (22/10/2020).

Kegiatan Kick Off Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda SBD, Daud Umbu Moto dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Mathias M Beeh, Direktur Desma Wiwik Mahdayani, Pimpinan D’SOS SBD, para Kepala SMK se-kabupaten SBD dan pemilik Oro Beach Houses SBD.

Asisten II, Daud Umbu Moto, dalam sambutannya mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang dikembangkan pemerintah. Seiring perjalanan waktu, pertumbuhan dan perkembangan pariwisata dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terciptanya lapangan pekerjaan dan berkurangnya angka kemiskinan serta pendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita di kabupaten Sumba Barat Daya ini, sering mendapatkan predikat kemiskinan, karena pendidikan kita rendah. Kenapa pendidikan rendah, kita kembali lagi ke masalah ekonomi. Beberapa faktor ini merupakan lingkaran setan yang membuat kita sama-sama berjuang untuk mengikis,” kata Umbu Moto.

Umbu Moto menegaskan bahwa cara untuk keluar dari lingkaran setan ini, dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidkan formal dan non formal.

“Pendidikan merupakan jawaban atas semua persoalan kita selama ini. Kita harus bersama mendorong masyarakat agar bisa sadar atas persoalan ini,” tegas Daud Umbu Moto.

Pemerintah menyambut baik kehadiran pendidikam termasuk SMK Pariwisata. Berkaca pada realita, bahwa peran pariwisata mendapatkan perhatian sinambung, tugas kolaboratif antara semua pihak termasuk masyarakat.

“Sumba mempunyai semua potensi yang ada yaitu alam dan budaya, mari kita pertahankan Sumba sebagai pulau terindah,” ajak Asisten II.

Untuk itu, kata Umbu Moto, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, sangat mendukung Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata, karena sejalan dengan kebijakan strategis tujuh jembatan emas.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi NTT, Mathias M Beeh, mengatakan, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi NTT menyampaiakan terima kasih kepada Desma, yang mau bersinergi dan bersentuhan langsung dengan prime mover roda perekonomian provinsi NTT.

“Sentuhan Desma melalui kegiatan ini, merupakan kontribusi gerakan kehidupan masyarakat di provinsi NTT dan Kabupaten Sumba Barat Daya,” kata Mathias.

Mathias mengatakan, pemerintah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT, fokus pada pengembangan pariwisata melakukan terobosan dan perhatikan peningkatan SDM pelaku pariwisata.

“Dengan adanya digitalisasi pariwisata sentuhan tinggi dan adaptasi tinggi, kalau kita tidak paham, maka kita tertinggal. Dilema ini kita hadapi setelah lulus, dan tidak tahu harus ke mana,” katanya.

Mathias menerangkan bahwa salah satu standar mutu yang jadi prioritas adalah standar sarana prasarana berkaitan dengan optimalisasi, penguatan di tingkat SMK dengan daya dukung sarana prasarana terutama praktikum.

“Pemerintah terus bekerja keras untuk mendorong percepatan prasyarat- prasyarat yang diwajibkan sekolah, diantaranya akreditasi sekolah sebagai acuan instrumen untuk mendorong bantuan sarana prasarana praktik. Karena gambaran mutu sekolah dapat terlihat dari akreditasi sekolah itu, dan dari gambaran mutu itu ada perimbangan dari sisi daya dukung sarana prasarana dengan muatan mutu menjadi konten utama dari kurikulum di sekolah menengah kejuruan,” terang Mahtias.

Menurutnya, untuk saat ini, seluruh SMK belum memiliki sarana prasarana yang memadai sesuai standar. Hal ini menjadi perhatian serius dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT untuk didukung melalui bantuan DAK APBN Pusat maupun DAK APBD.

Direktur Desma, Wiwik Mahdayani, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mendorong program dari pemerintah dengan fokus kegiatan lebih kepada penguatan kapasitas SDM SMK Pariwisata yang menjadi mitra program ini.

Tujuan kegiatan Kick Off Program Penguatan Ekosistem SMK Pariwisata, yaitu: “Pertama, penguatan advokasi kepada pemerintah untuk memasukan SMK Pariwisata sebagai bagian dari program pembangunan ekonomi daerah; Kedua, peningkatan kapasitas SMK pariwisata untuk persiapan menuju Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) tingkat satu; Ketiga, peningkatan keterkaitan dan jejaring SMK pariwisata dengan industri pariwisata terkait,” jelas Wiwik Mahdayani. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan