oleh

Diduga Menghina Anggota DPRD, Tenaga Medis Puskesmas Borong Dilaporkan ke Polisi

-Daerah, Matim-2.288 views

RADARNTT, Borong – Diduga melakukan penghinaan terhadap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Timur Salesius Medi, Tenaga Medis Puskesmas Borong, Kristin Carvalo dilaporkan ke Polres Manggarai Timur.

Dikabarkan, Salesius Medi melaporkan salah satu Petugas Medis yang bekerja di Puskesmas Borong, Kristin Carvalo, Rabu (11/11/2020) siang. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/56/XI//2020/NTT/RES M’Rai Timur.

Kristin, dilaporkan lantaran diduga telah melakukan penghinaan terhadap, Sales Medi, dengan menyebutkan ‘Baru Jadi Dewan 1 Hari Sombong’. Menurut catatan dari surat laporan polisi.

Dituliskan dalam surat laporan bernomor: LP/56/XI//2020/NTT/RES M’Rai Timur itu, Kristin, mengatakan hal itu ke, Sales Medi, saat Ia bersama keluarganya mengantar korban laka lantas, Matius Mundur, ke ruang rawat inap di Puskesmas Borong belum lama ini.

Kuasa Hukum Salesius Medi, Alexius Marianus Adu, SH, ketika dihubungi via whatsapp membenarkan laporan itu. Dikatakannya, apa yang sudah disampaikan, Kristin Carvalo, telah melanggar Pasal 310 KUHP tentang Penghinaan.

“Sebagai Kuasa Hukum, saya mengharapkan Polri secepatnya bertindak memeriksa para saksi, agar kasus penghinaan yang dialami klien kami, menjadi terang benderang,” tulis Kuasa Hukum Alexsius Marianus Adu,SH.

Senada, Salesius Medi, juga meminta pihak Polres Matim agar secepatnya memproses laporan yang telah diterima pihak Kepolisian.

“Saya mohon secepatnya Polres Matim porses laporan saya hari ini,” tulisnya dalam pesan via whatsapp.

Ia mengatakan, dirinya bersama keluarga besar sangat tersinggung dengan perkataan, Kristin Carvalo, beberapa waktu lalu itu.

Merasa sangat Kesal terhadap tingkah petugas medis, belum lama ini, pihak keluarga korban kecelakaan lalulintas di Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur itu telah melapor Bupati Agas Andreas, Senin (9/11/2020) lalu.

Inti laporan berkaitan dengan buruknya pelayanan Puskesmas Borong. Selain itu melaporkan Kristin Carvalo lantaran ucapannya yang telah melukai hati keluarga korban, Sales Medi.

Keluarga korban juga menyampaikan hal yang sama kepada Pimpinan DPRD Manggarai Timur. Laporan keluarga korban disampaikan, Viktor Lele, Gregorius Gepong, Frans Borgias, K. Apul dan Tua Golo Peot, Y. Sudirman. Mereka menuntut copot Kepala Puskesmas Borong dan pindahkan Kristin Carvalo dari Puskesmas itu.

Berdasarkan laporan tertulis yang diperoleh RadarNTT.co Senin (9/11/2020) lalu menyebutkan ada empat poin yang disampaikan keluarga korban. Pertama, mendesak Bupati Manggarai Timur melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh manajemen pelayanan di Puskesmas Borong.

Kedua, mendesak Bupati Manggarai Timur, membenahi struktur dan perangkat medis yang ada sehingga tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Borong mememiliki etos pelayanan yang baik.

Ketiga, menuntut Bupati Manggarai Timur untuk SEGERA pindahkan saudari Kristin Carvalo dari Puskesmas Borong ke tempat lain. Jauh dari wilayah Borong dan Ranamese. Sebab perilaku pelayanan yang tidak memahami etika profesi dan moralitas pelayanan perlu diberi pembelajaran sehingga ada habitus baru dalam dirinya.

Jika tidak ada pembinaan, maka tabiat Kristin Carvalo akan terpelihara terus menerus sehingga makin banyak korban. Tutur kata yang tidak elok dan cerdas dari saudari Kristin Carvalo membawa dampak buruk bagi pasien dan keluarga pasien.

Keempat, apabila Bupati Manggarai Timur tidak mengambil tindakan tegas terhadap saudari Kristin Carvalo, maka keluarga besar Satar Peot-Riwu bersama warga yang telah mengutus Sales Medi akan membuat perhitungan. Sebab perkataan saudari Kristin Carvalo yang mencederai saudara Sales Medi, identik menghina kami warga Peot yang telah mempercayakannya sebagai wakil di lembaga DPRD Manggarai Timur.

Kelima, keluarga korban akan pantau sejauhmana tindakan yang telah diambil Bupati Manggarai Timur, terhadap Kristin Carvalo.

Menanggapi pengaduan Masyarakat Satar Peot keluarga korban, Bupati Agas, mengaku secepatnya mengevaluasi kinerja Puskesmas Borong. Sementara perkataan yang melukai hati Sales Medi, jelas Bupati Agas, Kristin Carvalo mengaku tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu.

Sementara Ketua DPRD Manggarai Timur, Heremis Dupa pada (9/11/2020) lalu, mengatakan secepatnya mengambil langkah-langkah politik. Sebab yang buruk di sentra pelayanan umum tidak bisa dipelihara dan toleransi. Secara lembaga, demikian Dupa, secepatnya mengambil langkah.

Awak media berupaya mengkonfirmasi pihak Puskesmas Borong dan ibu Kristin Carvalo terkait laporan polisi dari pihak Salesius Medi, namun belum bisa terhubung. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan