oleh

Diduga Menghina Jurnalis, Maria Theresia Ina Dipolisikan

RADARNTT, Bajawa – Pantauan media ini di Markas Polres Ngada, Senin, (20/1/2020) jurnalis voxntt.com, Patrick Romeo Djawa, secara resmi telah melaporkan Maria Theresia Ina, yang diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan penghinaan melalui telepon seluler.

Maria Theresia Ina yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada itu, dilaporkan atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui barang elektronik setelah hand phone miliknya diduga digunakan oleh seorang pria yang mengaku bernama Piter Jawa Rani, untuk mengancam, memaki dan menghina wartawan voxntt.com, pada Kamis 16 Januari 2020.

Dalam keterangan pers yang diterima media ini, usai memberi laporan di unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres Ngada, dia mengatakan laporan terhadap Maria Theresia Ina itu menggunakan undang-undang ITE.

Pasalnya, dirinya telah diancam oleh seorang pria bernama Piter Jawa Rani menggunakan nomor telepon Maria Theresia Ina.

“Ia benar. Yang bersangkutan saya laporkan dengan menggunakan undang-undang ITE. Mungkin setelah pemanggilan, laporan mungkin bisa juga bertambah dengan Undang-undang Pers dan KUHP tentang Perbuatan tidak menyenangkan,” kata Patrick.

Lebih lanjut, Patrick menjelaskan, dugaan penghinaan terhadapnya diterima usai voxntt.com menerbitkan berita dengan judul “Bendahara PPK Wolomeze Diduga Korupsi Anggaran Pilnas 2019,” yang terbit tanggal 14 Januari 2020.

Disitu diberitakan, Bendahara PPK diduga telah melakukan tindakan korupsi berupa penggelapan anggaran honorarium Petugas Pemungutan Suara tingkat Desa di kecamatan Wolomeze pada pemilihan nasional tahun 2019.

Maria Theresia Ina, diduga menggelapkan anggaran itu dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Anggaran honorarium petugas PPS itu tersebar di delapan Desa se kecamatan Wolomeze selama empat bulan.

Setelah menerbitkan berita tersebut, seorang pria yang mengaku bernama Piter Jawa Rani lalu menelponnya hingga persoalan dilaporkan ke polisi. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan