oleh

Dinilai Tidak Proaktif, Satgas Penanganan Covid-19 Sumba Barat Diperiksa Polisi

RADARNTT, Waikabubak – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumba Barat, AKBP Irwan Arianto menilai Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kabupaten Sumba Barat tidak proaktif menangani penyebaran Covid-19 di daerah itu.

Pasalnya, saat dia bersama tim mendatangi Wisma Manda Elu sebagai tempat karantina pasien Covid-19 di Kampung Sawah kecamatan Kota Waikabubak, ditemukan fakta mencengangkan tidak ada fasilitas, petugas pun tidak ada di tempat bahkan gerbang wisma ditutup rapat.

Sementara kabupaten Sumba Barat masih berada dalam zona merah karena masih ada pasien positif Covid-19 termasuk enam anggota Polres Sumba Barat.

“Saya sebagai Kapolres Sumba Barat akan mengambil langkah tegas untuk lakukan pemeriksaan terhadap satgas-satgas termasuk seluruh panitia penanganan Covid-19 di kabupaten Sumba Barat, sementara di kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya satgas penaganan Covid-19 dan fasilitasnya ada. Polres akan lakukan pemeriksaan terhadap Satgas Wisma Manda Elu, karena di sana tidak ada fasilitas yang mendukung terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19,” tegasnya di Mapolres Sumba Barat Rabu (4/11/20200)

Kapolres mengatakan, sebelumnya ada delapan anggota Polres Sumba Barat yang terpapar Covid-19 berstatus OTG (orang tanpa gejala), sesuai hasil pemeriksaan Swab satu orang dinyatakan sembuh, satu orang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Kupang, sedangkan enam orang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pengobatan sendiri dari Kapolres Sumba Barat tanpa ada bantuan dari Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten Sumba Barat.

Karena itu, Kapolres Sumba Barat akan mengambil langkah tegas melakukan pemeriksaan terhadap Satgas termasuk panitia penanganan Covid-19 di kabupaten Sumba Barat.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas dan Bendahara Dinas Kesehatan kabupaten Sumba Barat.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Kesehatan dan Bendahara Dinas Kesehatan kabupaten Sumba Barat, pada hari Selasa, 3 Nopember 2020 dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00. Dan sebentar lagi, kami akan lakukan pemeriksaan terhadap Asisten dan sebagian termasuk Ketua Satgas serta seluruh yang terlibat dalam kepanitiaan, kasihan masyarakatnya,” jelas Kapolres.

Kapolres juga menilai, penanganan Covid-19 di kabupaten Sumba Barat ini antara ada dan tiada.

“Kami melihat penanganan Covid-19 di kabupaten Sumba Barat ini antara ada dan tiada. Tim Satgas saling melempar, terbukti beberapa hari kemarin ketika kami seluruh PJO datang ke Wisma, Wisma Manda Elu di gembok (tutup) padahal pasien yang terpapar Covid-19 masih ada,” tutur Kapolres.

Seharusnya ada langkah antisipasi yang dilakukan Satgas di lokasi karantina,  menyediakan fasilitas untuk kebutuhan karantina pasien dan ada petugas yang siap setiap saat.

“Kabupaten Sumba Barat mendapat anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp32 miliar,” kata Kapolres. Anggaran itu mestinya digunakan untuk kebutuhan penanganan Covid-19 seperti di rumah karantina.

Sesuai pantauan media ini, Wisma Manda Elu sebagai tempat karantina pasien Covid-19, dalam kondisi pintu gerbang tertutup dan digembok.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat, Bonar B Sinaga dihubungi terpisah media ini mengatakan karantina dilakukan sesuai pedoman. Jika pasien merasa lebih nyaman di rumah sendiri, dimungkinkan menurut pedoman penanganan, katanya, yang penting ada pengawasan dokter setempat lewat wawancara on call juga pengawasan dari atasan mereka di Polres, karena kondisi mereka OTG ringan.

“Kita mempedomani Revisi 5 Pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes,” kata Bonar Sinaga, menjawab pertanyaan terkait enam anggota polisi yang sedang menjalani karantina mandiri.

Bonar Sinaga juga membenarkan, dirinya dan sejumlah pihak terkait telah diperiksa Polres Sumba Barat untuk klarifikasi perkembangan penanganan Covid-19 di daerah itu. Terkait materi pemeriksaan, ia meminta agar ditayakan ke pihak kepolisian.

“Bagus sangat senang untuk klarifikasi, untuk materi sebaiknya langsung ke pemeriksanya,” jawab Bonar Sinaga via pesan WhatsApp, Rabu (4/11/20200) petang. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan