oleh

Disdikbud Kota Kupang Bahas Strategi Tatap Muka di Sekolah

RADARNTT, Kupang – Bahas strategi tatap muka di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang mengundang Ombusdman, Gugus Tugas Covid-19 dan Ikatan Dokter Anak NTT.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban di ruang kerja Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Rabu, (12/8/2020).

Dinas Pendidikan tetap berpedoman pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, yakni Menteri Pendidikan, Mentri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri dan Mentri Agama serta instruksi Gubernur NTT.

Meskipun dalam rapat tersebut, Dokter Frans Taolin dari Ikatan Dokter Anak NTT, tetap berpedoman pada harapan Ikatan Dokter Anak Indonesia yang mana merekomendasikan agar kegiatan tatap muka di sekolah boleh digelar pada Januari 2021.

“Kami secara lembaga Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam pertemuan bersama Bapak Presiden beberapa waktu lalu supaya pembelajaran di sekolah paling lambat Januari 2021 baru bisa dilaksanakan, karena virus paling rentan ada pada anak-anak sehingga untuk di daerah kami juga berpedoman pada apa yang telah disepakati bersama,” jelas Dokter Taolin.

Meskipun demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs Dumuliahi Djami, dalam rapat tersebut mengatakan, pihaknya sudah bicarakan berbagai hal bersama tiga lembaga yang diundang dalam pertemuan dimaksud. Namun pihaknya tetap berpedoman pada SKB 4 Menteri.

Sehingga sebagai persiapan memasuki zona Hijau, maka paling lambat September 2020 ini kegiatan tatap muka di sekolah-sekolah mesti dilakukan, tentu ďengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19.

Yang mana pelaksanaan awal di zona kuning Kota Kupang saat ini diawali dari tingkat SMP kemudian satu bulan kemudian jenjang SD dan TK/PAUD.

“Kami sudah membicarakan berbagai hal bersama Ikatan Dokter Anak NTT, Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Ombudsman RI perwakilan NTT terkait rencana pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka, namun keputusannya tetap kembali kepada Surat Keputusan bersama SKB 4 Mentri,” tandas Dumul.

Lebih lanjut kata mantan Kasat Pol PP Kota Kupang itu, untuk melaksanakan amanat SKB 4 Menteri dan rekomendasi Gubernur NTT pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan hati-hati dan perlu kesepakatan bersama sebagai upaya persiapan menuju era normal baru.

Termasuk, apabila ada orang tua yang keberatan agar anaknya mengikuti tatap muka di sekolah, maka pihak Dinas Pendidikan dalam hal ini sekolah bersangkutan tetap mengakomodir dengan melakukan belajar Daring atau guru mendatangi murid ke rumah.

“Dalam pelaksanaan tatap muka di sekolah apabila ada orang tua yang keberatan, maka akan tetap diakomodir supaya anak bersangkutan tetap belajar di rumah atau daring,” tambah Dumul.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, dalam pelaksanaan tatap muka di sekolah pada September ini, jelas Dumul Djami pihaknya tidak akan paksakan kehendak untuk masuk sekolah secara serentak tapi akan dimenes untuk satu minggu satu kali pertemuan dengan jumlah siswa juga dibatasi. Yang mana akan prioritaskan adalah SMP lalu dilanjutkan SD dan TK/PAUD secara berturut-turut setiap satu bulan.

Dalam kerangka ini, kata dia supaya semua sekolah di Kota Kupang di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk tetap laksanakan prinsip utama yang diatur dalam SKB. yakni menyediakan tempat cuci tangan, Hand Sanitizer, jaga jarak duduk siswa dan tidak berkerumun dan selalu melakukan penyemprotan disinfektan sebelum kegiatan tatap muka dimulai.

Dengan demikian ketika masuk di era baru nanti pada Januari 2021 semuanya bisa berjalan normal. (Humas DISDIKBUD Kota Kupang)

Komentar

Jangan Lewatkan