oleh

Dokter Octavia Nuban, Bangun PAUD di Desa Pili

-Daerah, TTS-763 views

RADARNTT, Soe – Peduli pendidikan daerah terpencil, drg. Octavia Seolbita Nuban, SKG menjalin kerja sama dengan para tua adat, pemerintah desa dan orang tua untuk mendirikan sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di kampung Tulun desa Pili, kecamatan Kie, kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sebagai salah satu upaya membantu anak-anak dan atau masyarakat di kampung Tulun yang belum tersentuh pendidikan. Disana, banyak anak usia 8 tahun ke atas belum menikmati pendidikan, karena jarak tempuh ke sekolah terdekat mencapai belasan kilo meter.

Melihat kondisi itu, Dokter Octavia Nuban tergerak hati untuk membangun sekolah PAUD di kampung tersebut. Kepada media ini, dokter yang akrab disapa Ibu Via mengatakan, “Saya merasa prihatin dengan anak-anak yang ada di kampung itu yang jauh tertinggal dengan tempat lain, banyak anak berusia 8 tahun ke atas belum tersentuh pendidikan karena jarak tempuh untuk memperoleh pendidikan mencapai belasan kilo meter. Sehingga salah satu cara untuk menolong anak-anak disana adalah menghadirkan sekolah PAUD di kampung itu, kampung Tulun adalah kampung saya sendiri,” tuturnya.

Untuk tercapainya maksud dan tujuan itu,  dokter Via mengatakan, perlu adanya kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Sehingga pada Selasa, 9 Juni 2020 diadakan pertemuan yang dihadiri tua adat, orang tua dan pihak pemerintah desa yang juga dihadiri RT, RW, Kepala Dusun dan Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa, sedangkan Kepala Desa berhalangan hadir.

“Dalam pertemuan tersebut juga dihasilkan beberapa kesepakatan dan dukungan dari orang tua dan pihak pemerintah setempat,” kata dokter Via.

Orang tua dan pemerintah setempat mendukung adanya sekolah agar anak-tersentuh pendidikan sejak dini, orang tua juga mendorong agar komunikasi dengan Dinas Pendidikan TTS serta pemerintah kecamatan agar semua proses berjalan lancar.

Dalam rapat itu disepakati nama sekolah PAUD Via Dolorosa Tulun Tuan. Untuk sementara proses pembelanjaran menggunakan rumah milik almarhum Bernadus Nuban, yang sementara dalam proses penataan ruang, yakni cat atau oker. KBM mulai beroperasi pada tahun ajaran baru bulan Juli 2020.

Ibu Via dalam rapat menyampaikan, sebagai langkah awal dana dapat saya tanggulangi untuk adanya pendidikan di sini, komunikasi dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten TTS serta pemerintah kecamatan terus dibangun karena untuk mengembangkan pendidikan di daerah ini tidak bisa oleh satu pihak saja tetapi dari berbagai pihak,” jelasnya.

Kaur Pemerintahan Desa Pili, Elfianus Tabun, yang hadir dalam pertemuan tersebut menunjukkan adanya dukungan pemerintah untuk kemajuan pendidikan di kampung itu.

“Kita harus bahu membahu atau kerja sama agar agar niat untuk menghadirkan sekolah di sini dapat tercapai,” kata Kaur Pemerintahan Desa Pili.

Salah satu orang tua yang hadir dalam rapat, Rinus Natonis, mengungkapkan masyarakat mendukung rencana ini dengan penuh suka cita. “Kami di kampung tentunya mendukung hal-hal yang baik demi kemajuan pendidikan di kampung ini agar anak-anak tidak ketinggalan atau sekurang-kurangnya dapat membaca dan menulis atau dapat mengenal huruf dan angka”.

Salah satu calon guru PAUD dari 6 calon guru, pak Nolus mengungkapkan bahwa dia bersama teman-temannya bersedia membimbing anak-anak. “Kami siap membimbing dan menggembleng anak-anak jika dipercayakan orang tua kepada kami,” ungkapnya. (AB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan