oleh

DPRD Minta Diskopnakertrans NTT Dukung Program UMKM bagi Transmigran Kapitan Meo

RADARNTT, Betun – Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo meminta Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) provinsi NTT agar memberikan dukungan program UMKM bagi warga Transmigrasi Kapitan Meo di Desa Kapitan Meo, kecamatan Laen Manen kabupaten Malaka.

“Saya lihat desa ini punya potensi alam sangat luar biasa dan prospek yang baik ke depan. Sehingga perlu intervensi pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat,” kata Politisi Partai NasDem saat menghadiri penyerahan bantuan paket sembako kepada warga Transmigrasi, Selasa (23/6/2020).

Selain memberikan bantuan sembako, lanjutnya, Diskopnakertrans perlu memberikan dukungan program UMKM sesuai potensi yang ada di desa dalam bidang kerajinan, pertanian dan peternakan. “Hal ini penting untuk membangun kemandirian masyarakat, sehingga butuh intervensi pemerintah,” imbuhnya.

Dia juga meminta warga transmigrasi agar tidak menggantungkan hidup pada bantuan, tetapi menggunakan bantuan sebagai stimulus untuk terus bekerja dan berproduksi sebagai petani, peternak dan kelompok kerajinan. “Karena pemerintah tidak mungkin memberikan bantuan setiap saat, namanya bantuan akan stop suatu saat tetapi kehidupan kita terus berlanjut antar generasi,” tegas Kasimirus Kolo.

Untuk itu, Kasimirus Kolo meminta masyarakat agar mengelola potensi alam yang ada di desa untuk mendukung keberlangsungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan melalui usaha produktif seperti UMKM.

Kasimirus Kolo juga menyentil tentang belum adanya penerangan listrik dan air bersih, dia akan menghubungi pihak PLN Unit Induk Wilayah NTT agar bisa pengembangan jaringan listrik ke desa yang berada di bibir jalan utama TTU-Malaka itu.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Kopnakertrans NTT, Sylvia R. Peku DJawang, bahwa lokasi transmigrasi sangat indah dan berpotensi untuk pengembangan pertanian. “Lokasi ini indah dan berpotensi luar biasa,  tempat ini menjamjikan pengembangan pertanian pangan dan hortikultura,” tutur Sajana Pertanian yang sangat terpikat melihat potensi desa itu.

Sylvia Peku DJawang menyampaikan bahwa bantuan ini berupa supor pemerintah untuk warga di masa awal menempati lokasi transmigrasi. Pemerintah berharap agar pemerintah desa terus memberikan motivasi dan bimbingan kepada masyarakat untuk mengembangkan budidaya pertanian memanfaat fasilitas yang ada dalam mengoptimalkan potensi alam yang tersedia.

“Bisa juga mengajak warga pendatang untuk menempati lokasi translok agar bisa memberi warna dan turut mendorong masyarakat untuk maju bersama. Kita juga membutuhkn wirausaha pemula untuk pengembangan UMKM di desa ini,” imbuh Sylvia Peku Jawang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kopnakertrans Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu mengatakan Transmigrasi Kapitan Meo dibangun pada tahun 2019 sebanyak 75 unit rumah, yang sudah ditempati 348 jiwa. Dilengkapi jalan poros sepanjang 2 km, jalan lingkungan, 1,3 km, namun masih jalan tana. Selain itu ada 1 unit balai pertemuan, kantor UPT, 1 unit embung, sarana air bersih, bak penampung.

Dia menyampaikan masalah aktual yang cukup dirasakan warga transmigrasi adalah kesulitan air bersih saat musim kemarau karena debit air berkurang.

Salah satu warga translok, Alexander Leu kepada media ini mengatakan, warga mulai menempati lokasi pada bulan September 2019, mata pencaharian petani di pekarangan, pada 1 unit rumah dengan luas lahan 25 x 40 meter,

Menurut dia mayoritas warga transmigrasi bermata pencaharian sebagai petani memanfaatkan lahan pekarangan.

Ayah empat anak itu sehari-harinya sebagai petani dan kerja sambilan sopir untuk membiayai kebutuhan rumah tangga dan studi anak-anak, dia menyebutkan anak sulungnya sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kefamenanu. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan