oleh

Dua Pemuda Mati Mengenaskan di Spot Swafoto Watu Benta Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Setelah empat hari menghilang dua pemuda ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Spot Swafoto Watu Benta, Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara.

Dua pemuda itu diketahui bernama Febri (21) asal Pane, Desa Compang Dari dan Randi (23) Asal Rai, Kecamatan Ruteng, keduanya ditemukan membusuk oleh warga setempat dengan jarak 600 meter dari tempat ditemukan motor kedua korban.

Remigius Warga Tengku Lese yang sempat turun menyisir lokasi penemuan mayat dari kedua pemuda itu kepada media ini, Sabtu (7/11/2020) menjelaskan, keduanya ditemukan dengan kondisi sangat mengenaskan.

“Tadi pagi bersama masyarakat lainnya coba menyisir di sekitar lokasi yang tak jauh dari penemuan motor, kurang lebih jarak 600 meter berhasil mencium bau bangkai dari arah menurun yang sangat curam, karena disana tebing pak,” jelas Remigius.

Remigius mengatakan, korban yang satunya ditemukan oleh warga lainnya yang tidak jauh dari penemuan mayat pertama.

“Penemuan mayat yang satu oleh warga dari kampung sebelah bawa (kampung Tebo,red) karena kami sudah tidak bisa turun lagi kebawa, terlalu jurang pak,” jelas Remigius.

Keluarga korban bernama Benediktus Tarung saat mengantar mayat kedua korban di RSUD Dr. Ben Mboy kepada awak media menjelaskan keduanya menghilang sejak Selasa, 3 November 2020.

“Awal mereka menghilang dari rumah tepatnya hari selasa tanggal 3 November, mereka pinjam motor temannya yang beralamat di Cumbi, lalu mereka pergi entah kemana dan keluarga tidak tau,” jelas Benediktus.

Menurut Benediktus kejadian itu diketahui bermula postingan di media sosial pemilik motor yang berisi meminta kedua adik segera mengembalikan motornya.

“Awalnya kami mengetahui kejadian ini saat pemilik motor posting di media sosial, dalam postingan tersebut menyuruh adik berdua segera membawa pulang motor miliknya, karena dia akan menggunakan motor itu,” jelas Benediktus.

Benediktus mengatakan, saat keluarga menemui pemilik motor yang merupakan teman akrab korban, dari pengakuannya, keduanya meminjam motor untuk membeli obat dari ibunya yang sedang merawat di rumah sakit Santu Rafael Cancar.

“Keterangan dari pemilik motor keduanya meminjam motor untuk pergi membeli obat, si pemilik motor juga tidak tega untuk tidak kasih motornya, karena ibu dari salah satu korban sedang rawat di Rumah Sakit Cancar,” terang Benediktus.

Benediktus menambahkan, saat itupun kami sibuk mengurus ibu dari salah satu korban di rumah sakit Santu Rafael Cancar.

“Karena saat itu kami sibuk merawat ibu dari salah satu korban yang masuk rumah sakit, dan kami pun tidak menghiraukan anak anak yang hilang ini, dan berfikir anak anak ini bawa motor tentu bisa bertanggung jawab dan pasti pulang,” kata Benediktus.

Lebih jauh Benediktus mengatakan, ketika informasi yang ada di media sosial bahwa motor mereka tumpangi parkir di Pasa, Desa Tengku Lese tepatnya di spot swafoto di Watu Benta, akhirnya keluarga bergegas kesana dan setelah memastikan motor tersebut milik mereka, berkat bantuan warga disana melaporkan kejadian tersebut ke Babinkantibmas dan kami dan keluarga juga melaporkan kejadian ini ke Polres Manggarai.

“Berkat kerja sama dengan Polres Manggarai, tim Inafis dan masyarakat setempat dan keluarga untuk turun ke lokasi, sehingga berhasil mengevakuasi jenazah kedua korban hingga sampai berada di rumah sakit tempat permandian jenazah saat ini,” jelasnya lagi.

Benediktus menuturkan, hingga saat ini keluarga belum mengetahui penyebab kematian dari kedua keluarganya itu. (AJ/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan