oleh

Edi-Weng Siapkan Satu Desa Satu Bidan

RADARNTT, Labuan Bajo – Untuk mewujudkan masyarakat Manggarai Barat sehat dan berdaya saing, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat periode 2020-2025 Edistasius Endi dan dr. Yulianus Weng atau Edi-Weng menyediakan satu bidan desa per desa.

Tugas bidan desa untuk merawat ibu hamil, menyusui dan bayi balita agar dalam kondisi sehat dan prima sebagai suatu masa penyiapan generasi masa depan kabupaten di ujung barat pulau Flores yang mendunia saat ini dengan julukan pariwisata super premium.

Calon Wakil Bupati dokter Yulianus Weng dalam kampanye tatap muka terbatas di kampung Wae Mata Labuan Bajo, kecamatan Komodo, Senin (9/11/2020) siang, menekankan pentingnya membangun kesehatan masyarakat Manggarai Barat, dimulai dari desa dengan menyediakan satu orang tenaga bidan desa per desa untuk memantau, membina dan merawat masyarakat di desa terutama para ibu hamil, menyusui dan bayi balita.

“Ini akan menjadi perhatian serius Edi-Weng lima tahun ke depan, kita akan membuat program yang namanya menyelamatkan kesehatan ibu melahirkan dan anak di kabupaten ini,” tegas dokter Yulianus Weng.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai ini menjelaskan akan menyediakan satu bidan desa per desa, sesuai ketentuan peraturan menteri kesehatan nomor 75 tahun 2014 bahwa yang punya kompetensi penangan ibu hamil dan melahirkan dilakukan oleh bidan dan dokter.

Maka dengan kehadiran bidan di desa, kata dokter Yulianus Weng, akan menjadi ujung tombak untuk penanganan masalah ibu hamil, melahir dan anak. Hal ini, menurutnya akan turut menekan angka kematian ibu dan anak di daerah itu sampai nol selama lima tahun ke depan.

“Untuk itu kita akan mengutamakan langkah promotif dan preventif, sebelum sampai pada kuratif,” tegasnya. Yang tentunya dilakukan oleh bidan desa didukung para medis lainnya.

Dokter Yulianus menambahkan, dalam memperlancar pelaksanaan tugas, bidan desa juga akan diberikan satu unit sepeda motor yang dilengkapi peralatan medis dalam pelayanan kesehatan di desa. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan