oleh

Flotim Gelar Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis

RADARNTT, Larantuka – Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

Bupati Flores Timur Anton Hadjon melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten III Sekretaris Daerah Abdul Razak Jakra, SH. saat mewakili Bupati membuka acara Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis menegaskan, Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) merupakan bagian dari rencana umum tata ruang yang ada di rencana tata ruang dan rencana pola ruang.

“Sementara Revisi RTRW merupakan penyempurnaan bahan RTRW untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pembangunan masa depan,” tegas Bupati dalam sambutan yang dibacakan Asisten III, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Flotim, Kamis (23/7/2020) lalu,.

Menurut Bupati Anton Hadjon, moral pembangunan yang berkelanjutan dan memperhatikan terjaganya, kelestarian lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab, dan komitmen pemerintah bersama segenap lembaga dan masyarakat.

Selanjutnya Bupati Anton Hadjon meminta dukungan penuh untuk Pimpinan OPD, Pokja KLHS Revisi RTRW, dan juga khusus untuk ITN Malang selaku penyusun KLHS dan segenap pemangku kepentingan yang terkait untuk memberikan dukungan dan bantuan guna memperkuat bahan diskusi dan diskusi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Para Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Camat Larantuka, Ir. Alfonsius Jaya Riberu, Sekretaris Camat Ile Mandiri, Saverius Nobo Lian, Sekretaris Camat Lewolema, Zefrinus Kada Lewoema, S.Pt, M.Sc, Sekretaris Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Nasional Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST, M.Si bersama anggota tim penyusun Kajian Lingkungan Strategis dari ITN Malang, Direktur Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial, Melkior Koli Baran, Wakil Rektor III Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka, Dominikus K. Dacosta, Perwakilan dari Yayasan Misol Baseftim, Afuk Lusanto, serta undangan lainnya.

Pemateri pada kegiatan ini adalah Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Dominikus Demon, SH, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Flores Timur, Drs. Theodorus Letoama Hadjon, M.Si, serta Sekretaris Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Nasional Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST, M.Si.

Sementara sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, Servulus Sater Demoor, S.Hut.

Lingkungan hidup adalah ruang yang ditempati oleh suatu benda hidup bersama dengan benda hidup dan benda tak hidup. Keberadaan Lingkungan hidup penting bagi kehidupan manusia. Jika terjadi kerusakan Lingkungan hidup maka kehidupan manusia juga akan terganggu.

Dari perspektif Lingkungan, keberhasilan pembangunan tidak hanya menyangkut dari pertumbuhan ekonomi dan tercapainya pemerataan tetapi juga kelestariannya di mana pembangunan itu berlangsung. Jika Lingkungan rusak maka sumber-sumber (sumber daya) untuk pembangunan itu sendiri akan semakin menipis dan langka.

Lingkungan tempat tinggal akan terasa nyaman dan tidak nyaman. Dengan demikian maka kerusakan Lingkungan akan menentang tidak hanya terhadap keberlanjutan pembangunan itu sendiri tetapi juga akan mempertahankan eksistensi manusia.

Menurut Sudharto P. Hadi (1998) ada empat prisnsip untuk mewujudkan pembangunan yang didukung, yaitu: pemenuhan kebutuhan dasar, pemeliharaan lingkungan, pemeliharaan sosial, keadilan sosial, yang sesuai dengan kebutuhan untuk generasi yang akan datang, dan kesempatan untuk menentukan nasib sendiri (penentuan nasib sendiri) yang diberikan pula tidak partisipatori demokrasi. (HF/KP/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan