oleh

Gerobak Cinta dan Menu “Solor” Gempur Stunting di Flores Timur 

RADARNTT, Larantuka — Bupati Kabupaten Flores Timur Anton Hadjon fokus pada upaya menurunkan angka stunting di daerah itu dengan gerakan “gerobak cinta” dan menu utama “solor” (sorgum dan kelor).

“Saya akan ke Jakarta atas undangan Kementerian Kesehatan. Mereka meminta agar Bupati Flores Timur dapat membahas dihadapan Rapat Koordinasi Kemerinterian Kesehatan RI terkait keberhasilan program gempur stunting di Flores Timur. Bukan Bupati yang sukses, juga Bupati yang juga bukan Bupati yang rajin turun ke mana- mana tetapi yang bisa membuat ini adalah para Kepala Desa bersama kader-kader posyandu di setiap desa,” kata Bupati Anton Hadjon, saat melantik Penjabat Kepala Desa Riangkamie, Lewohala, dan Halakodanuan, Kecamatan Ile Mandiri, Sabtu 15 Pebruari 2020 bertempat di Balai Desa Lewohala.

Para kader posyandu, kata Bupati Anton Hadjon, melalui “gerobak cinta” mereka mengantar makanan dengan hati yang penuh cinta hanya untuk meningkatkan gizi bagi bayi yang kurang gizi. “Mengapa saya sangat penting untuk membicarakan tentang stunting, karena terhambat di Flores Timur. Provinsi NTT dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Indonesia mencapai 44%, saat ini dengan gerakan gempur pengerdilan melalui gerobak cinta dengan menu utama “solor” sorgum dan kelor kita dapat meningkatkan prosentase pengerdilan Stunting di Flores Timur menjadi 26%. Sedangkan untuk Kecamatan Ile Mandiri dengan prosentase terbaik tahun 2019 hingga 21% stunting,” kata Bupati Anton Hadjon.

Pada kesempatan itu, Bupati Anton Hadjon menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa dan BPD se Kecamatan Ile Mandiri yang sudah menganggarkan dana desa untuk membiayai guru TK PAUD dan tenaga bidan atau tenaga kesehatan yang ada di desa. “Pemanfaatan anggaran desa tidak diseleksi orang muda tetapi juga dihitung dengan 5 misi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan 3 kebijakan, yaitu pendidikan, kesehatan dan pariwisata,” imbuhnya.  (Humas/TIM/RN)

Komentar