oleh

GMNI Tolak Ekspo Alor, Lahal: Ekspo Tetap Dilaksanakan Sesuai Protokol Kesehatan

-Alor, Daerah-460 views

RADARNTT, Kalabahi – Sejumlah anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Alor dikomandai oleh Sekretaris GMNI Jamaludin Illu melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Alor Selasa, (22/9/2020). Kehadiran GMNI untuk menyampaikan penolakan mereka atas pelaksanaan Ekspo Alor ke 14 dan Alor Karnaval ke 7 tahun 2020.

Sekretaris GMNI Alor Jamaludin Illu saat menyampaikan pernyataan sikap mengatakan, secara tegas GMNI Alor menolak penyelenggaraan Ekspo Alor dimasa pandemi Covid-19. Karena, ditakutkan dapat menimbulkan klaster baru penderita Covid-19 pasca Ekspo Alor digelar.

Penyelenggaraan Ekspo Alor menurut Illu benar untuk mempromosikan pariwisata, seni dan budaya Alor untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Akan tetapi, penyelenggaraan tahun ini dapat ditunda sampai pandemi Covid-19 berakhir.
Anggaran untuk pelaksanaan Ekspo Alor kata Illu dapat diperuntuk bagi pembangunan sarana-sarana pariwisata di Kabupaten Alor.

Menjawab pernyataan sikap GMNI Alor, Bupati Alor Amon Djobo yang diwakili Asisten Pemerintahan Dan Kesra (Asisten I) Setda Kabupaten Alor Fredy I. Lahal, menegaskan, saat ini kita telah memasuki era new normal pasca pandemi Covid-19. Oleh karena itu, semua aktivitas kehidupan harus dilakukan.

Untuk itu, Pemerintah Daerah telah mengeluarkan Peraturan Bupati Alor Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pemberlakuan Kebiasaan Baru di Era New Normal untuk seluruh aktifitas, termasuk keramaian di tempat-tempat umum.

Ekspo Alor ke 14 dan Alor Carnaval ke 7 tahun 2020, lanjut Asisten I, tetap dilaksanakan sesuai ketentuan protokol kesehatan dan juga Peraturan Bupati Alor (Perbup). Ekspo tahun 2020 kata dia berbeda dengan pelaksanaan Ekspo pada tahun-tahun sebelumnya, sebab Ekspo tahun 2020 dilaksanakan dengan mengikuti ketentuan atau koridor protokol kesehatan. Akan ada pembatasan para pengunjung dan peserta pada Ekspo Alor tahun 2020, yakni para lanjut usia, anak-anak/balita dan Ibu-ibu hamil dilarang untuk mengikuti ekspo.

“Pemerintah Daerah telah buat Standar Prosedur Operasional (SOP) penyelenggaraan ekspo yang mengatur tentang bagaimana pengunjung masuk ke arena ekspo, bagaimana pengunjung masuk ke setiap stand. Hal ini dilakukan untuk menghidari kerumunan atau kontak fisik antar pengunjung sehingga tidak menimbulkan penyebaran Covid-19,” ujar Asisten I.

Pada setiap pintu masuk arena ekspo masih kata Asisten I, akan ada penjagaan dan pengawasan yang melibatkan Anggota TNI, Polri dan Pol. PP serta Satgas Penangan Covid-19 untuk mengawasi para pengunjung yang memasuki arena ekspo. Jika pengunjung yang masuk tidak mengikuti protokol kesehatan yakni cuci tanggan pada tempat yang disiapkan dan tidak menggunakan masker maka akan dilarang untuk masuk dalam arena ekspo.

Untuk menghindari keramaian maka ekspo tahun 2020 tidak mengijjinkan adanya stand-stand adu ketangkasan seperti lempar bola, lempar gelang, lempar botol dan adu ketangkasan lainnya.

Lebih lanjut Ia katakan, tak hanya Ekspo tapi pelaksanaan Alor Karnaval ke 7 pun demikian. Setiap peserta Karnaval berjumlah 40 orang dan jarak antar orang 1 meter, termasuk jarak antar barisan karnaval yakni 5 meter.

“Ekspo Alor tetap dilaksanakan tanggal 28 September sampai 1 Oktober 2020, pelaksanaannya mengikuti ketentuan protokol kesehatan. Setiap stand ekspo disediakan air cuci tangan dan menggunakan sistem shif, artinya hanya diperbolehkan 10 orang berkunjung atau masuk dalam stand ekspo termasuk pengaturan kursi pada tenda utama,” papar Asisten I yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penangan Covid-19.

Terkait kehadiran GMNI, Asisten I menyampaikan terima kasih atas saran-saran/kritikan yang sangat berguna untuk dipertimbangkan dalam pelaksanaan ekspo Alor. Ia meminta GMNI dapat membantu pemerintah untuk memberikan pencerahan dan edukasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan ekspo Alor tahun 2020.

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Alor Ripka S Jayati mengatakan, tujuan pelaksanaan ekspo untuk mempromosikan pariwisata, seni, budaya dan hasil kerajinan masyarakat. Kegiatan ini untuk mendorong peningkatkan ekonomi masysarakat.

Ia berharap GMNI dapat membantunya dalam pelaksanaan ekspo Alor dengan cara memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang bagaimana mengunjungi arena ekspo pada era new normal.

“Pemerintah selenggarakan ekspo bukan untuk mencari keuntungan atau kerugian, tapi untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, yang dapat keuntungan adalah bapak/ibu, om/tanta, kaka/adik kita yang berjualan saat ekspo, memang hal kecil menurut kita. Saya harap adik-adik membantu kami dalam penyelenggaraan ekspo ini,” pinta mantan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Alor. (EK/ PKP/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan