oleh

GP Ansor Minta Warga Muslim NTT Tunda Mudik Idul Fitri 2020

RADARNTT, Kupang – Memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H tahun 2020 akan tiba beberapa hari lagi bagi Umat Muslim, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau kepada Warga NTT urungkan niat untuk tidak bermudik dulu dalam situasi Pendemi Covid-19 yang sedang dialami miliaran orang di dunia dan ribuan orang di Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT, Ajhar Jowe, kepada media ini di Kupang, Kamis (16/42020). “Sebagai Organisasi Pemuda yang berlatar agama kami berharap kepada saudara/saudari kami agar tidak bermudik dulu selama bulan suci Ramadhan maupun jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H,” tuturnya.

Ajhar mengatakan, kondisi saat ini jumlah orang berstatus ODP dan PDP serta yang positif Covid-19 terus bertambah dari beberapa minggu sebelumnya, “Maka diharapkan kepada kita semua lebih khusus warga Muslim urungkan niat dulu selama bulan Suci Ramadhan kita tetap berada di rumah tidak berkepergian dulu ke kabupaten dalam provinsi maupun antara Provinsi ke Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulewsi maupun Kalimantan,” imbau Ajhar.

Berdasarkan perkembangan data Pendemi Covid-19 secara Nasional yang kita ketahui secara bersama zona merah di beberapa wilayah tersebut sangat memprihatinkan, jangan sampai saudara-saudari kita yang bermudik membawa dampak yang kurang baik terhadap daerah ini.

“Mari kita ikuti himbau Pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 ini akan berakhir dengan cara kita berada dirumah atau tidak berpindah tempat dulu,” kata Ajhar.

Menurut pria yang sering disapa AJ ini, berdasarkan potret mudik tahunan di NTT pada bulan suci Ramadahan dan jelang Idul Fitri, pemudik terbesar berdasarkan arus kepulangan warga muslim dari NTT ke Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera dan juga warga lokal dari Kota Kupang ke beberapa Kabupaten di NTT.

“Jika imbauan pemerintah kita sama-sama indahkan insya Allah penyebaran virus Covid-19 akan segraa berakhir. Hanya dengan cara kita berdiam di rumah, beribadah di rumah, dan mengikuti petunjuk-petunjuk pemerintah dan petunjuk medis, menggunakan masker sebagai alat pelindung, hand sanitizer, cuci tangan pakai sabun dan bersihkan lingkungan rumah kita,” ajak Ajhar.

Selain itu, Ajhar meminta kepada pemerintah selama bulan suci Ramadhan agar lebih serius memantau aktivitas atau pusat belanja di beberapa wilayah di Kota Kupang maupun di beberapa daerah, akibat beberapa pusat penjualan tersebut menjadi perhatian atau pusat belanja di momen bulan suci Ramadhan.

“Ini bukan soal melarang saudara-sadari kita kelompok UKM yang setiap tahun membuka pusat belanja atau pusat jajan khas buka puasa, tetapi ini kita pertimbangan soal penyebaran virus yang terus melanda sampai ke seluruh pelosok negeri. Ketika itu dibuka berkemungkina besar warga datang belanja, nah ketika proses itu terjadi maka indikasi penyebaran akan terus terjadi melalui berbagai media pengantar,” ungkap AJ.

Oleh karena itu, “Kami berharap kepada masyarakat mari kita mendukung pemerintah dengan diam di rumah saja, beribadah sebisa mungkin di rumah saja, sampai situasi ini benar pulih baru kita lakukan ibadah sholat berjam’ah, sholat taraweh seperti biasanya,” pungkasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan