oleh

Guru Agama Katolik Non PNS Terima Bantuan Sembako

-Daerah, TTS-791 views

RADARNTT, Soe – Guru Agama Katolik non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menerima bantuan sembako dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kantor Wilayah Kementrian Agama Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenag provinsi NTT) di aula Haumeni Kantor Kementerian Agama kabupaten TTS, Kamis, 2 Juli 2020.

Kepala Kanwil Kemenag provinsi NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Katolik, Romanus Kerikit, dalam kata sambutan menyampaikan terima kasih kepada Seksi Bimas Katolik kabupaten TTS melalui para pengawas telah memilih guru-guru untuk menerima bantuan dari Tim Gugus Covid-19 Kanwil Kemenag NTT.

Romanus menandaskan bahwa corona sudah meluluhlantakan berbagai sendi kehidupan, virus ini tidak kelihatan sehingga diharapkan ini hanya namanya saja yang didengar tetapi virusnya tidak ada di wilayah ini.

“Sejak pertengahan Maret 2020 gaungnya corona di NTT sudah ada sehingga ruang gerak aktivitas kita dibatasi namun ada sisi positif dan negatif dari corona ini,” kata Romanus.

Menurutnya yang perlu dilihat dari adanya covid ini adalah sisi positifnya karena melalui virus kita dapat saling membantu dan memperhatikan, corona juga menggerakkan hati untuk berbagi sehingga dari kanwil juga bisa turut berbagi dengan guru-guru yang ikut terdampak.

“Bantuan ini dari anggaran APBN dan sumbangan pribadi dari pegawai di kanwil,” tuturnya.

Romanus juga mejelaskan bahwa untuk tahap pertama pihaknya menyiapkan 180 lebih paket sembako, “Kita sudah bagikan kepada mahasiswa STIPAS, dosen honorer, guru non PNS di Kota Kupang, kabupaten Kupang dan hari ini di TTS sebanyak 20 paket untuk guru non PNS,” jelasnya.

Tahap kedua akan kita serahkan juga bagi guru-guru di empat SMAK yang ada di Timor. “Guru di SMAK juga belum sejahtera, seperti guru non PNS di sekolah umum bukan berarti mereka sudah sejahtera sehingga akan diprioritaskan pada tahap berikutnya,” sebut Romanus.

Oleh karena itu, jangan dilihat nilai bantuannya tetapi nilai cinta kasihnya. “Akhirnya saya sampaikan pesan dari Kepala Kanwil, bapak ibu guru ada di garis depan, diharapkan tetap melayani dengan hati di era new normal ini,” tutup Romanus.

Kepala Kantor Kemenag TTS, Agus Nggiku, dalam arahannya, menyampaikan terima kasih karena sudah melihat guru-guru di bawah asuhannya dengan bantuan walaupun sedikit tapi nilainya sangat bermakna dan memberi spirit baru dalam melayani peserta didik di daerah itu.

“Jujur saya katakan bahwa saya merasa tersentak ketika mendapat informasi dari kepala seksi bimas katolik bahwa kami dapat bantuan 20 paket sehingga sebenarnya hari kami ada kunjungan ke kecamatan Amanuban Timur tapi dibatalkan demi guru-guru ini,” tutur Nggiku.

Dia meminta guru-guru agar syukuri rahmat Tuhan karena tidak semua kabupaten dapat. Cinta itu ada karena saling memberi dan menerima.

Sedangkan Kepala Seksi Bimas Katolik TTS, Don Ferdinand, juga mengatakan, dari 20 guru yang ada sudah diseleksi secara baik. Ada guru yang karena jarak tempuhnya ke Soe jauh sehingga sudah berada di Soe sejak kemarin untuk menunggu bantuan.

“Mereka adalah guru-guru yang memperoleh honor tidak tentu sehingga diharapkan mereka ini bisa diperhatikan, karena semua sudah terdaftar dalam simpatika,” tegas Don Ferdinand. (AB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan