oleh

Gusti Ganggut: Paket AMAN Siap Bertarung Menangkan Pilkada Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Manggarai periode 2020 -2025 Agustinus Ganggut-Manto Tapung (AMAN) memastikan mendapat pintu partai dan siap bertarung untuk menang.

Paket AMAN bukan paket titipan calon tertentu dan optimis akan mendapatkan kendaraan politik pada perhelatan pilkada bulan September mendatang. Demikian hal ini ditegaskan Agustinus Ganggut menepis isu yang berkembang.

Di hadapan masyarakat Waso Ruteng Agustinus Ganggut menegaskan, paket AMAN pastikan dapat partai dan siap bertarung untuk menang pada pilkada Manggarai yang akan datang.

“Perlu kami tegaskan bahwa paket AMAN pastikan dapat partai dan siap bertarung untuk menang, partai itu urusan kami, saya pastikan bahwa 99% partai sudah ada, hanya kami tidak bisa sebutkan nama partainya apa,” tutur alumni Teknik UGM itu, Kamis (9/1/2020).

Menurut Gusti sapaannya, paket AMAN salah satu kandidat yang pasti berlaga di pilkada mendatang tanpa syarat kepentingan apapun dan siapapun. “Bukan seperti yang diisukan bahwa paket AMAN merupakan titipan dari kepentingan calon tertentu, kami tegaskan isu tersebut merupakan cara lawan untuk menjatuhkan kami,” ungkapnya.

Lanjut Gusti, “Berapapun calonnya, mau lima calon, mau empat calon, tiga calon, dua calon, kami pastikan bahwa paket AMAN ada di dalamnya,” tegasnya.

Sementara bakal calon Wakil Bupati M.Manto Tapung, lebih menegaskan soal pentingnya pendidikan yang berkualitas.

Menurut Manto tanpa pendidikan yang berkualitas suatu daerah pasti tidak akan maju. “Saya kira tanpa pendidikan yang berkualitas suatu daerah pasti tidak akan maju,” tuturnya dihadapan ratusan masyarakat yang hadir.

“Kebetulan saya adalah dosen, angka putus kuliah di Unika itu cukup tinggi, kami akan memberikan beasiswa di semester akhir bagi mahasiswa yang berprestasi baik dan orang tuanya tidak mampu, kami akan plotkan anggaran untuk itu,” jelas Manto.

Manto juga menambahkan untuk mendukung pendidikan yang berkualitas maka tenaga pendidikan perlu diperhatikan kesejahteraannya.

“Akan memberikan insentif yang lebih tinggi terhadap guru komite yang selama ini hanya mendapat insentif kisaran 300 ribu hingga 800 ribu perbulan. Apa mereka bisa bertahan hidup dengan upah 300 ribu sampai 800 ribu?, yang jelas jawabanya tidak, apa lagi mereka ada istri dan anak,” tegas Manto.

Sementara upah minimum kita sekarang 1,9 juta rupiah, “Karena itu kami berupaya dan kami sudah konsultasi pada para pakar bahwa skema yang kami gunakan adalah meningkatkan kesejahteraan mereka melalui insentif dari 1,3 juta dinaikan menjadi 1,9 juta per bulan,” jelas Manto lagi.

Lebih jauh Manto menjelaskan, terkait kesehatan, selain hal yang normatif dilakukan misalnya memperbanyak fasilitas kesehatan, alat kesehatan dan obat obatan, “Kami akan menggagaskan rumah sehat di tengah masyarakat, kalau selama ini kita lebih banyak mendengar rumah sakit, berbicara tentang rumah sakit pasti identik dengan sakit,” terangnya.

Tetapi dengan gagasan rumah sehat paket AMAN akan merubah itu dengan mengedepankan promosi kesehatan atau hidup sehat, “Kami akan mempekerjakan penyuluh kesehatan dan penyuluh gizi di setiap desa, hal lain juga program ini bertujuan mengurangi pengangguran kepada yang berprofesi dibidangnya,” kata Manto.

Hal lain dijelaskan Manto, jika dipercaya rakyat memimpin akan menggagas sistem informasi terpadu yang diberi nama SIMDes dan SIMkot agar memudahkan masyarakat Manggarai untuk mengakses informasi publik.

“Kalau butu informasi tukang kayu, kita cari di sistem itu saja, butuh golongan darah, atau menjual produk yang kita miliki, informasi berkaitan penyelenggaraan pemerintahan, pokok semuanya bisa diakses disitu,” tutup Manto. (AJ/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan