oleh

Jadi Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19, RSUD Komodo Kekurangan Alat

-Daerah, Mabar-1.279 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu Covid-19 di NTT.

Meskipun telah ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/169/2020, RUSD Komodo dihadapi dengan minimnya
stok alat pelindung diri (APD) di tengah maraknya penularan Corona virus atau Covid-19, sarana medis tersebut, menjadi kebutuhan nan krusial.

Kepala Tata Usaha RSUD Komodo, Thomas Alfa Edison mengatakan sejauh ini, RSUD Komodo hanya memiliki 170 pakaian khusus sekali pakai, kemudian 30 kaca mata, masker N95 172, 90 visor, Apron 90, 16 Sepatu boot.

“Ada 8 pasang APD yang dikirim oleh Dinkes Provinsi NTT. Jumlah tersebut tentu kurang ya. Jadi, APD yang kami miliki saat ini memang sangat terbatas”, kata Edison kepada Radarntt.co, Selasa (18/3/2020)

Edison mengatakan secara nasional mendapatkan APD saat ini sulit dan sangat terbatas bahkan di beberapa pabrik itu sudah kosong. Di Indonesia sendiri barangnya Impor. Kesiapan logistik sangat sulit.

Edison mengakui berbagai upaya sudah ditempuh guna mengantisipasi kurangnya stok APD tersebut. “Ya, satu diantaranya menjalin koordinasi dengan Kemenkes RI. Pasalnya RSUD Komodo letaknya sangat strategis dengan kondisi Labuan Bajo sebagai kota pariwisata.

“Saat ini masih menunggu kiriman dari penyedia jasa dan Kemenkes ya, mengingat Labuan Bajo ini merupakan pintu masuk wisatawan. Tapi, karena negara pabrik APD ini juga terjangkit, stok jadi sulit didapatkan”, katanya.

Namun demikian, pihaknya pun berupaya melakukan pengadaan APD sendiri, sehingga tidak lagi menggantungkan kiriman dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Daerah telah pengadaan sendiri juga kami sudah coba ke perusahaan penyedia jasa, melakukan pemesanan. Tetapi, stoknya kosong. Kondisi ini sulit secara nasional keluhannya hampir sama, kekurangan stok APD”, jelas Edison.

Sementara terkait teknis penanganan pasien dengan gejala corona, Edison mengatakan, pada prinsipnya pemerintah kabupaten sudah menjalin koordinasi dengan semua pihak termasuk sabandar, mengenai langkah penjemputan langsung.

“Kita akan lakukan penjemputan kalau ada pasien dengan gejala itu ya, atau sehabis pulang dari luar daerah. Untuk biaya pengobatan pasien corona, semuanya ditanggung pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pasien tidak dibebankan biaya”, jelas Edison.

Hingga saat ini, RSUD Komodo belum memantau adanya pasien Covid-19. “Hingga saat ini, kita belum memantau adanya pasien Covid-19. Orang dalam pengawasan juga belum ada”, ujar Edison. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan