oleh

Jalan Provinsi di Laboya Barat, diduga dikerjakan setengah hati

RADARNTT, Waikabubak – Jalan Provinsi di desa Patiala Dete, kecamatan Laboya Barat kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur sepanjang tiga kilo meter yang sedang dikerjakan PT Mitra menuai polemik di masyarakat dan diduga dikerjakan setengah hati, pasalnya selokan yang tengah dikerjakan oleh pemborong sudah mengalami retakan.

Sekretaris Desa Patiala Dete, Jefrianus Kahale, saat melihat selokan yang retak yang tengah dikerjakan oleh pemborong, pada Kamis (16/4/2020) langsung menyampaikan kepada Pengawas Lapangan bernama Kolins bahwa selokan yang sedang dikerjakan oleh pengerja sudah mengalami retakan, namun Kolins menanggapi hal tersebut dengan jawaban bahwa semua pengerja yang kerja di sini adalah kepala pencuri.

Jefry menyesalkan atas jawaban pengawas lapangan tersebut, padahal tujuan Jefry menyampaikan hal tersebut, agar pengawas lapangan menyampaikan kepada pengerja untuk kerja lebih serius lagi.

“Saya sangat menyesal atas jawaban pengawas lapangan yang mengatakan bahwa semua pengerja yang kerja di sini adalah pencuri, padahal tujuan saya menyampaikan agar pengawas bisa lebih serius untuk mengawasi para pekerja, sehingga pemborong pekerjaan jangan hanya kejar volume tapi juga kualitasnya harus memuaskan,” tegas Jefry kepada media ini, Jumat (17/4/2020).

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Fraksi Berkarya, Pati Kaba dari Dapil Laboya Barat juga mengakui ia mendapat laporan dari masyarakat bahwa jalan yang sedang dikerjakan itu selokannya mengalami retakan.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat Laboya Barat bahwa jalan yang sedang dikerjakan saat ini, selokannya sudah retak, sehingga hari ini (Jumat, 17/4/2020) saya langsung turun untuk membuktikan laporan masyarakat,” tuturnya kepada media ini di lokasi, Jumat (17/4/2020).

Anggota Fraksi Berkarya itu membenarkan bahwa selokan yang sedang dikerjakan saat ini mengalami retakan, karena pasirnya bercampur dengan tanah. “Saya masih sempat pegang pasirnya tadi bercampur dengan tanah, sehingga saya langsung memberitahukan kepada pengawas lapangan agar pasir yang bercampur dengan tanah sebaiknya jangan dipakai,” terangnya.

Lebih lanjut Pati Kaba mengatakan jalan Laboya Barat yang sedang diperbaiki saat ini, sudah bertahun-tahun disuarakan masyarakat Laboya Barat sehingga baru tahun ini terealisasi. Oleh karena itu, ia berharap agar pengawas lapangan lebih aktif untuk mengawasi para pekerja, pemborong tidak boleh mengejar volume tetapi kualitas yang harus diutamakan, apalagi Laboya Barat merupakan daerah rawan longsor.

“Sehingga hasilnya tidak mengecewakan baik PT Mitra sebagai pelaksana pekerjaan maupun kami masyarakat Laboya Barat sebagai pengguna jalan. Jangan sampai belum setahun digunakan jalan ini langsung rusak,” tuturnya.

Sesuai pantauan media ini pada Jumat, (17/4/2020), selokan yang mengalami retakan sepanjang kurang lebih 50 meter itu berada tepat di sepanjang jalan depan kantor desa Patiala Dete dan papan proyek jalan provinsi ini belum terpasang. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan