oleh

Jelang Pasola Lamboya, Ini Larangan Rato Adat bersama Camat

RADARNTT, Waikabubak- Pasola merupakan salah satu tradisi adat yang diselenggarakan setiap tahun tepatnya setiap bulan Pebruari oleh masyarakat Laboya yang berlangsung di Lapangan Hoba Kalla, Desa Patiala Bawa Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat.

Pasola tahun ini sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Rato adat suku Sodana dan Malisu jatuh pada tanggal 20 Pebruari 2020 mendatang. Menjelang Posola Lamboya, pemerintah Kecamatan Lamboya gelar rapat pemantapan untuk membangun kesepakatan antara Rato adat Suku Sodana dan suku Malisu sebagai pusat yang menyelenggarakan tradisi adat Pasola bersama Polres Sumba Barat, Koramil Walakaka, Pemerintah Kecamatan Wanukaka, Para Kepala Desa se-Kecamatan Lamboya, Tokoh adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, pada Senin (10/2/2020).

Rapat pemantapan ini dihadiri oleh Rato adat suku Malisu, Rato adat sukuc Sodana, Kabag OPS Polres Sumba Barat, Koramil Walakaka, Camat Lamboya, Camat Wanukaka, Kapolsek Lamboya, Kapolsek Wanukaka, Kapospol Gaura, Para Kepala Desa se-Kecamatan Lamboya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda.

Camat Lamboya Daud Eda Bora, mengatakan bahwa demi kelancaran kegiatan Pasola, perlu membangun kesepakatan antara Rato Adat dengan Pemerintah Kecamatan Lamboya, Wanukaka, dan Laboya Barat serta melibatkan TNI-POLRI untuk menjamin kenyamanan kegiatan Pasola yang akan berlangsung 20 Pebruari mendatang.

Beberapa kesepakatan antara Rato adat dengan pemerintah Kecamatan bersama TNI-POLRI, yaitu:

Pertama, tamu/penonton yang akan menyaksikan berlangsungnya Pasola, harus wajib menggunakan Pakaian adat;

Kedua, penonton tidak diperkenankan membawa senjata tajam (Sajam), yaitu parang, batu dan lain sebagainya yang dapat mengganggu berlangsungnya kegiatan Pasola.

Ketiga, apabila ada penonton yang melakukan tindakan yang dapat menggangu berlangsungnya kegiatan Pasola maka yang bersangkutan akan denda adat dengan memotong seekor kerbau dan satu ekor babi taring serta tujuh bola nasi sebagai pertanggungjawaban yang bersangkutan tehadap tradisi adat Pasola.

Keempat, menjelang malam Pasola, tidak boleh ada bunyi-bunyian yang berlebihan, baik di jalan umum maupun di kampung-kampung sekitaran Kecamatan Lamboya, salah satunya adalah para remaja yang sering melakukan Pawe di jalan menjelang malam Pasola, karena menurut Rato adat, hal ini sangat pemali sebelum Pasola itu dilaksanakan karena sangat mengganggu berlangsungnya tradisi adat Pasola.

Kelima, apabila ada tamu atau orang lokal sendiri yang melanggar poin 4, maka akan ditangkap oleh aparat keamanan serta diserahkan kepada rato adat untuk didenda secara adat.

Keenam, bagi tamu/penonton dilarang mengkonsumsi Miras, baik pada malam Pasola maupun pada saat berlangsungnya Pasola. Jika ditemukan ada tamu atau penonton yang mengkonsumsi Miras, maka akan ditangkap serta didenda adat. Karena menurut Rato adat, hal ini juga yang dapat mengganggu kegiatan Pasola berlangsung.

Ketujuh, tempat parkir bagi para tamu/penonton, penonton dari arah timur tempat parkirnya di atas bukit arah kampung Malisu. Sedangkan dari arah barat tempat parkirnya di depan jalan SMK N 1 Laboya Barat.

Camat Daud Eda Bora, mengimbau kepada penonton yang akan menyaksikan Pasola tanggal 20 Pebruari mendatang, agar bisa menjaga diri, dapat mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan serta mampu menjadi polisi diri sendiri, agar kegiatan Pasola dapat berjalan dengan baik. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan