oleh

Julie Sutrisno Laiskodat Sambangi Petani Sawah Kemang di Alor

-Alor, Daerah-354 views

RADARNTT, Kalabahi – Ingin melihat dari dekat kondisi riil masyarakat petani, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat turun langsung dan bertemu petani sawah irigasi Kemang di Desa Waisika, kecamatan Alor Timur Laut, kabupaten Alor, di sela reses Rabu, (14/10/2020).

Disuguhi pemandangan hamparan menghijau dan memanjakan mata, Julie Sutrisno bertemu dan berdialog langsung dengan belasan petani di tengah sawah. Ia mendengar dan menyerap aspirasi yang disampaikan petani diantaranya kekurangan alat dan mesin pertanian, semakin berkurangnya debit air irigasi, kerusakan saluran irigasi, belum ada jalan tani.

Selain itu, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha padi sawah. Petani sawah irigasi di hamparan seluas seratusan hektar itu meminta dukungan benih unggul, pupuk dan obat-obatan pengendali hama penyakit dan organisme pengganggu tanaman.

Merespons sejumlah keluhan dan masalah para petani, Julie Sutrisno meminta kepada pemerintah desa setempat bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) agar segera menyusun rencana program kegiatan untuk menjawabi sejumlah kebutuhan yang sudah disampaikan langsung oleh petani.

“Saya minta bapak kepala desa dan PPL segera menyusun proposal kegiatan untuk mengatasi permaslahan petani di sini, dan sampaikan kepada kami untuk bisa diperjuangan,” kata Julie Sutrisno yang menempati komisi yang membidangi Petanian, Kelautan dan Perikanan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Bulog.

Segera selesaikan proposal kegiatan, kata Julie Sutrisno, agar dalam waktu dekat bisa diperjuangkan untuk masuk dalam program kegiatan tahun anggaran 2021. Menurutnya, proposal petani bisa juga diusulkan ke Bupati dan Gubernur, sehingga bisa diperjuangkan untuk mendapat dukungan fasilitas dan pembiayaan dari anggaran kabupaten, provinsi dan pusat.

“Kita harus membagi tugas, bagian mana dikerjakan kabupaten, provinsi dan pusat. Sehingga dukungan bisa maksimal dalam menjawab masalah petani di desa. Dan melibatkan semua urusan karena ada bagian yang menjadi tugas pertanian, PUPR, kehutanan dan lingkungan hidup dan bidang lainnya,” jelas Julie Sutrisno.

Julie Sutrino juga meminta masyarakat petani agar tidak hanya berpikir bagian hulu saja tetapi sudah harus punya desain bagaimana hilirnya, sehingga harus mulai bergeser dari petani  subsisten (konsumsi sendiri) ke petani berorientasi pasar atau bisnis.

“Karena hasil produksi pertanian tidak saja untuk memenuhi konsumsi pangan petani tetapi bisa untuk memenuhi kebutuhan pasar, bagaimana produk padi sawah kita bisa dijual ke Kalabahi dan Kupang atau ekspor ke luar daerah,. Karena sampai saat ini kebutuhan beras kita masih didatangkan dari Jawa dan Sulawesi” tegas Julie Sutrisno kepada para petani yang kebanyakan masih tradisional.

Julie Sutrisno juga menantang para petani untuk mendesain dan membangun agrowisata atau wisata pertanian. Memanfaatkan hamparan sawah yang berada di bibir jalan negara menuju perbatasan Timor Leste itu agar bisa menarik orang untuk singgah di sawah dan menikmati keindahan alamnya.

“Selain menikmati keindahan alam, para pengunjung pun bisa berbelanja hasil pertanian atau menikmati kuliner yang disediakan dari hasil usaha pertanian mama-mama,” jelas Julie Sutrisno. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan