oleh

Julie Sutrisno Serahkan Alsintan dan Bantuan P2L di Flores Timur

RADARNTT, Larantuka – Anggota DPR RI Komisi IV, Julie Sutrisno menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk berupa traktor Roda empat, satu unit, traktor roda dua sebanyak enam unit, pompa air berjumlah enam unit, cultivator berjumlah duaunit, Rice transplanter satu unit dan Han Spayer sebanyak lima unit.

Sedangkan untuk program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ada tiga paket untuk tiga kelompok Wanita Tani masing-masing Kelompok mendapat Rp75 juta. Ketiga Kelompok tersebut adalah Kelompok Wanita Tani  Eforbian Desa Lamawalang Kecamatan Larantuka, Kelompok Wanita Tani Wairita  Desa Bokang Wolomatang dan Kelompok Tani  Nusa Raya Desa Tenawahang, kecamatan Titehena, kabupaten Flores Timur.

Bantuan Alat dan Mesin pertanian, dan program Pekarangan Pangan Lestari ( P2L) bersumber dari Dana APBN tahun 2020 aspirasi Anggota DPR RI,  ibu Julie Sutrino Laiskodat.

“Saya harus turun untuk mencari tau kepada para Kadis, para Bupati, para PPL dan melihat potensi dan kekurangan yang ada di tiga wilayah ini Flores Timur, Alor dan Lembata. Saya datang hari ini ijinkan kita ingin berbagi, mendengar, berkomunikasi, jika saya tidak turun maka saya akan sia-siakan jabatan saya,” kata Julie Sutrisno dalam sambutan.

Menurut ibu Julie Sustrisno, potensi Flores Timur sudah ada, banyak sekali potensi alamnya, diberikan tanah yang subur, tanam apa saja bisa jadi dan pasti jadi yang terbaik, ada tanah yang subur, bisa ditanam kopi, kakao, kelapa, cengkeh, ada potensi kelautan yang kaya akan ikan, dan teruji di NTT.

“Jangan bilang Flores Timur miskin. kita kaya, tetapi selama ini kita  belum secara baik merasakan dari kekayaan-kekayaan itu dan  kenapa kita tidak permah bangkit dan sejahtera,” kata Ibu Julie Laiskodat.

Salah satu yang saya suka bawa oleh-oleh dari Flores Timur adalah mente. Mente di Jakarta mahal sekali tapi belum tentu kualitas di Flores Timur. Di Flotim kualitas benar-benar premium. Dan potensi pohon kelor. Daun Kelor itu sangat ajaib, gizinya berkali-kali lipat dari susu.

Ada juga Sorgum, kata Julie Sutrisno, yang  menurut peneliti dari Universitas Indonesia, sorgum di NTT terbaiknya ada di Flores Timur. Potensi yang ada itu tinggal bersinergi untuk kembangkan.

Untuk itu, Juile Sutrisno mengajak Pimpinan OPD untuk hilangkan ego sektor. kepada Pimpinan OPD selama ini masyarakat kita ini lagi sakit. NTT ini lagi sakit. Dan dokternya itu adalah  OPD dan pimpinan tertinggi adalah Bupati dan Wakil Bupati.

“Kita adalah dokternya. Kita yang pakai seragam ini kita harus kasih resepnya yang benar. Masyarakat jangan sampai sakit kepala, kasih resep sakit perut. Dalam arti topografinya perlu diperhatikan. Jangan pernah mall praktek untuk pembuatan program. Apalagi di Flores Timur sudah memiliki Grand desain yang bisa diandalkan untuk pengembangan di bidang apapun, Terima kasih dan apresiasi  kepada Bupati Flores Timur dan saya mendukungnya,” ucap Julie Sutrisno.

Alsintan yang diberikan diharapkan ada dampak bagi peningkatan perkapita penduduk. Demikian disampaikan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, ketika memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan Alsintan tahun anggaran 2020 dan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) oleh anggota komisi IV DPR RI, ibu Julie Sutristo Laiskodat, Rabu, 9 September 2020, bertempat di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Kabupaten Flores Timur.

Lanjut Agus Boli, meningkatkan pendapatan perkapita penduduk itu yang menjadi indikator utama kesejahteraan.  Karena itu menerima sejumlah bantuan itu harus ada dampak kenaikan perkapita penduduk, dengan sejumlah bantuan yang sudah bergulir pada petani kita di Kabupaten Flores Timur, terkait dengan peternakan, perikanan,kehutanan dan lingkungan hidup. Dan pilihan komisi ibu Julie Sutrisno Laiskodat itu sangat tepat untuk mendukung kemajuan Kabupaten Flores Timur, menuju Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata.

Ibu Julie Sutrisno Laiskodat adalah Anggota DPR PAW tapi karya–karyanya sudah terasa  untuk wilayah kita. Kita bersyukur karena dari segi Kabupaten yang diwakili oleh ibu Julie Laiskodat, Flores Timur mendapat porsi yang cukup. Dan  teman–teman petani  yang menerima ini, tentunya sudah melalui proses verifikasi dan identifikasi.

“Untuk itu, alat dan mesin pertanian yang diberikan ini agar  benar–benar digunakan karena terus terang saja di Flores Timur ini banyak alat dan mesin pertanian  tidak digunakan dan itu saya temukan di desa,” ungkap Wabup Agus.

Untuk itu, kata Agus Boli, hal ini menjadi perhatian pak Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan, sehingga perlu proses identifikasi lapangan. Dan alat yang diterima ini mestinya harus bersyarat yang didukung dengan pakta integritas. Dan hari ini kita bikin pakta Integritas, sehingga bagi petani yang tidak menggunakan dapat diambil kembali.

Untuk itu dibutukan keseriusan teman-teman petani yang menerima peralatan ini. Sehingga apa yang diperjuangkan oleh ibu Julie Lasikodat tidak sekedar diterima dan kembali ke desa tidak ada hasil dan sia-sia saja. Kita berharap alat ini diterima, digunakan dan didukung dengan pernyataan dan jika tidak dilaksanakan Pemerintah dapat menarik kembali.

“Itu harapan pak Bupati dan saya sehingga berdaya guna dan bernilai guna untuk peningkatan ekonomi,”.tegasnya.

Dan tugas Dinas adalah memantau dan mengawasi sehingga ada yang tidak beres dibuat adendum. Dan kita harus bercermin dari beberapa catatan masa lampau  sehingga kali ini benar-benar berdaya guna dan bernilai guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita di Kabupaten Flores Timur.

“Terima kasih kepada Ibu Julie Sutristno Laiskodat, kami juga masih berharap bantuan lain  terkait dengan Kelautan, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kepada teman-teman petani yang hari ini menerima bantuan, terimalah itu sebagai kebaikan dan karena Petani Kuat Negeri menjadi Kuat, Petani Sejahtera Daerah ini baik,” tandas Wabup. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan