oleh

Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat Sepakati Posko Bersama di Perbatasan

RADARNTT, Ruteng – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat menyepakati penjagaan bersama di wilayah perbatasan tepatnya di kampung Weri Pateng, Manggarai Barat.

Kesepakatan itu dilakukan setelah sebelumnya Pemkab Manggarai Barat melayangkan protes keras karena dinilai menyulitkan warga setempat atas keputusan Pemkab Manggarai membangun posko dan portal untuk pemeriksaan pelaku perjalanan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, Sabtu (22/5/2020) sore, kepada media ini menjelaskan, kesepakatan penjagaan bersama itu setelah sebelumnya posko yang dibangun Pemkab Manggarai menjadi polemik, dimana Warga Mangggarai Barat yang tinggal di lokasi berdekatan posko itu mengaku mengalami kesulitan jika hendak ke lahan pertanian milik mereka yang berada di seberang portal.

Melihat kejadian itu, kata Lodi, Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong, Ph.D menemui Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH dan Wakil Bupati Manggarai, Drs. Victor Madur mencari solusi agar posko yang dibangun untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran Covid-19 tidak lantas menyulitkan mobilitas warga sekitar lokasi.

Lodi juga menjelaskan, Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, Kamis, 21 Mei 2020 kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di dua Kabupaten ini menyepakati beberapa hal.

Pertama, portal di Weri Pateng tetap ada dan dijaga bersama. Untuk kepentingan itu, Kabupaten Manggarai Barat membangun satu posko di lokasi yang tidak jauh dari posko milik Kabupaten Manggarai.

Kedua, meski ada dua posko di kawasan tersebut namun setiap Pelaku Perjalanan hanya akan diperiksa satu kali, dengan pembagian: Pelaku Perjalanan dari Kabupaten Manggarai akan diperiksa oleh Gugus Tugas C19 Manggarai Barat dan sebaliknya, Pelaku Perjalanan dari Kabupaten Manggarai Barat akan diperiksa oleh Gugus Tugas C19 Kabupaten Manggarai. Dalam hal ini, koordinasi dan komunikasi antar-petugas posko selalu dilakukan.

Ketiga, mitigasi terkait warga yang datang dari Manggarai dan Manggarai Barat yang mengalami gejala yang menyerupai C19 akan dilakukan oleh masing-masing Gugus Tugas. Artinya, penanganannya disesuaikan dengan panduan setiap Gugus Tugas.

“Posko Kabupaten Manggarai sendiri tetap dijaga selama 24 jam sehari sedangkan Posko Kabupaten Manggarai Barat, sampai saat ini aktif mulai pukul 08.00 Wita sampai 18.00 Wita,” tutup Lodi. (AJ/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan