oleh

Kades Palamoko bantu Rp 600 Ribu per Mahasiswa di tanah rantau

RADARNTT, Waikabubak – Kepala Desa Palamoko Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat berinisiatif untuk membantu mahasiswa yang berasal dari Desa Palamoko yang berada dan menuntut ilmu di luar Sumba.

Kapala Desa Palamoko Marthen Waingu yang dihubungi media ini via WhatsApp, Selasa (28/4/2020), mengatakan bahwa ia berinisiatif membantu mahasiswa asal desa itu yang sedang studi di luar Sumba. “Saya hanya berinisiatif untuk membantu adik-adik mahasiswa yang berasal dari Desa Palamoko yang menuntut ilmu di luar Sumba di tengah situasi Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Marthen Waingu juga mengatakan bahwa inisiatif ini muncul setelah adanya regulasi tentang desa tanggap Covid-19, “Inisiatif saya bersama aparat desa bermula dari adanya regulasi yang mengatur tentang Desa Tanggap Covid-19. Dimana dalam regulasi itu mengatur tentang desa penerima Dana Desa Rp 800.000.000 sampai Rp 1.200.000.000 mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 30 persen dari jumlah dana desa,” katanya.

Lanjut, Marthen Waingu, “Tahun 2020 DD Palamoko sebesar Rp 900 juta lebih. Dari total dana desa yang ada, maka kami anggarkan sebesar 30 persen untuk penanganan Covid-19 tingkat desa. Sehingga dari 30 persen anggaran yang kami anggarkan untuk penanganan Covid-19, kami sinkronkan lagi kebutuhan masyarakat desa Palamoko yang mata pencahariannya hilang dengan mahasiswa yang berasal dari Desa Palamoko yang kuliah di luar Sumba,” jelasnya.

Lebih lanjut Marthen Waingu mengatakan, tujuan dari bantuan tersebut yang diberikan kepada mahasiswa yang berada di luar Sumba, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumba Barat khususnya di Desa Palamoko, sehingga mahasiswa yang kuliah di luar Sumba yang berada di zona merah jangan lagi pulang, karena kalau mereka pulang Desa juga tetap memberi bantuan terhadap mahasiswa yang diisolasi yang berasal zona merah.

Oleh karena itu, kata Marthen Waingu, untuk antisipasi Penyebaran Covid-19 di Desa Palamoko, desa membantu mahasiswa yang ada di luar Sumba. Karena Kalau mahasiswa dari zona merah pulang kampung halaman, desa minim fasilitas kesehatan jika mereka diisolasi selama 14 hari.

“BLT-Dana Desa yang diberikan kepada mahasiswa yang berada di luar Sumba berupa uang tunai sebesar Rp 600.000 per bulan per orang selama tiga bulan,” tuturnya menguraikan.

Kades Marthen Waingu juga menyampaikan bahwa jumlah dan nama mahasiswa penerima dana belum final karena, masih proses pendataan dan formulir baru mulai diedarkan kemarin Senin, (27/4/2020) dan ia berharap segera rampung dalam waktu dekat karena jumlahnya tidak mencapai belasan orang. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan