oleh

Kande: Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Untuk Alor Pintar

-Alor, Daerah-496 views

RADARNTT, Kalabahi – Instruksi Bupati Alor Nomor 1 tahun 2020 tentang Optimalisasi Pelaksanaan  Program Gema Mandiri Jilid II khusus untuk mewujudkan Alor Pintar dipandang sangat urgen dan mendesak, oleh karena kinerja pendidikan di Kabupaten Alor sebagaimana yang terlihat masih membutuhkan perbaikan serius, baik dari segi akses maupun kualitas pendidikan.

Demikian tegas Pakar Manajemen Pendidikan Universitas Tribuana Kalabahi, Dr. Fredrik Abia Kande, M.Pd, belum lama ini saat dimintai tanggapan terkait pelaksanaan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kabupaten Alor dalam bingkai Alor Pintar.

“Belum ada bukti lebih yang menjustifikasi adanya prestasi yang membuat Bupati tersenyum dan bangga. Dari segi akses, kalau menggunakan indikator APK SD dari 2016-2018 memang menunjukkan perkembangan yang baik, namun untuk APM justru menunjukkan tren yang sebaliknya. Begitu pula APK dan APM SMP menunjukkan tren penurunan,” tegas Kande.

Sementara dari segi  kualitas, lanjut Alumnus Universitas Negeri Yogyakarta, terutama dari kualitas pembelajaran juga masih perlu memerlukan perbaikan serius. Peningkatan kualitas pembelajaran yang ditopang dengan penjaminan mutu dan
implemementasi kurikulum 2013 perlu mendapatkan perhatian serius.

Untuk itu, Fredrik Kande mengusulkan dua hal yang perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah daerah:

Pertama, penguatan penjaminan mutu yang dimulai dari peran tim penjamin mutu pendidikan daerah yang nota bene-nya terdiri dari aparatur birokrasi dinas pendidikan masih kurang berperan. Kemudian koordinasi antara bidang-bidang dengan pengawas sekolah terkait dengan penjaminan mutu pendidikan di satuan pendidikan juga masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

“Dalam hal pemetaan mutu pendidikan baik pada jenjang SD maupun SMP, diperlukan kemampuan dinas untuk mengindentifikasi permasalahan secara tajam dengan beragam tools yang bisa dipakai, misalnya menggunakan SWOT kuantitatif, atau fishbone, dan seterusnya,” kata Kande.

Ini penting, lanjutnya, sehingga Dinas Pendidikan dapat memberikan solusi-solusi atau saran perbaikan yang pas dan memadai dalam meningkatakan muru. “Hal yang perlu dilakukan juga adalah perlu tingkatkan supervisi dari pimpinan Dinas terhadap pekerjaan pembangunan sarana pendidikan yang ada, sehingga realisasinya bisa mencapai 100%,” tegas Kande.

Kedua, dari segi implementasi kurikulum, kami melihat satuan pendidikan belum sepenuhnya memiliki kesiapan dalam menerapkan pembelajaran sesuai K-13, sekalipun sudah memasuki periode akhir implementasi K-13. Memang ada upaya peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru terkait Kurikulum 2013, akan tetapi misalnya, kegiatan workshop Revisi K-13 setiap tahun pelajaran hanya fokus pada pengembangan perangkat pembelajaran, sedangkan penguatan sistem pembelajaran, substansi bahan ajar, dan sistem penilaian belum disampaikan secara mendalam.

Ada juga pemanfaatan forum kepala sekolah maupun guru SD dan SMP melalui KKG dan MGMP belum secara aktif dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensi kepala sekolah maupun guru, namun lebih fokus pada pengembangan perangkat pembelajaran. Padahal para kepala sekolah adalah leader dan manajer pendidikan yang harus memiliki kompetensi lebih dari sekedar pengembangan perangkat pembelajaran.

“Saya sendiri juga melihat bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, kadang-kadang melaksanakan program-program yang sudah overtask dan bias dari fungsi, dan wewenangnya,” kata Kande.

Itulah sebabnya, tegas Kande, Dinas sudah harus kembali fokus pada tugas pokok dan fungsinya sehingga dapat memperbaiki kinerja pendidikan di daerah. Keluarnya Instruksi Bupati Alor Nomor 1 tahun 2020 memberi tanda bahwa semua perangkat daerah terutama dinas pendidikan sudah harus berlari kencang.

“Kata kuncinya adalah “akselerasi, percepatan”. Hanya dengan begitu Program Gema Mandiri Jilid II untuk mewujudkan antara lain Alor Pintar benar-benar terasa manfaatnya,” pungkas Mantan Rektor Universitas Tribuana Kalabahi Satu Periode. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan