oleh

Kantongi Sabu, Heru Digelandang ke Mapolres Manggarai Barat

-Daerah, Mabar-1.316 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) Polres Manggarai Barat berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana Narkoba jenis Sabu di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Manggarai Barat Rabu, 15 Januari 2020 lalu.

Dari hasil Penyelidikan tersangka bernama Heru Akbar (21 tahun), beralamat Dusun I, Desa Kanten Laut, Kecamatan Tapang Kepala, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Pelaku merupakan SPG Hp Vivo, tinggal sementara di Contere Airzona Cell di Kompleks MTS, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Handoyo Santoso, S.I.K, M.Si dalam keterangan Persnya mengatakan bahwa, Satresnarkoba menerima informasi informasi dari masyarakat bahwa ada aktivitas narkoba di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

“Jadi berdasarkan informasi itu, pada pukul 23:00 Wita Satresnarkoba Polres Mabar mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya pelaku penyalagunaan narkoba jenis sabu-sabu di Pelabuhan Pelni. Selanjutnya dari informasi tersebut, lima orang anggota Res Narokoba yang dipimpin oleh Binops AIPTU Nyoman Budiarta melakukan pemeriksaan terhadap Heru Akbar di dekat bak air yang berada di areal Pelabuhan Pelni Labuan Bajo”, kata Handoyo kepada wartawan di Polres Manggarai Barat Jumat, (14/2/2020).

Dari tangan pelaku, kata Handoyo petugas mendapatkan barang bukti diantaranya tiga buah paket plastik klip bening yang didalamnya berisi serbuk putih kristal yang diduga narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 0.73 gram, 1 buah pipet plastik warna putih bergaris biru dengan ujuran kecil, 1 buah pipet plastik warna kuning dengan ukuran kecil dan diujung terdapat kertas timah, 1 buah kaca bening berbentuk tabung dengan ujuran kecil, 1 bungkus rokok merk gudang garam surya 16 yang masih sisa 5 batang rokok dan 1 buah Hp merk vivo, serta 1 buah celana pendek warna coklat. “Semuanya telah kita amankan termasuk pelaku”, kata Handoyo.

Handoyo mengungkapkan hasil penyelidikan sementara pelaku diduga hanya pemakai. “Soal pelaku juga pengedar kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut”, tutur Handoyo.

Handoyo mengatakan pelaku melanggar pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 9 tahun denda paling sesikit Rp 800 juta dan paling banyak lRp 8 miliyar. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan