oleh

Kelompok Paa Bala Terima Mesin Peras Minyak Kemiri

-Alor, Daerah-760 views

RADARNTT, Kalabahi — Kelompok Usaha Minyak Kemiri Paa Bala – Menbang, Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor menerima satu unit mesin pemeras minyak kemiri. Berkat kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Alor dengan Badan Usaha Milik Daerah dan Bank NTT Cabang Alor.

Penyerahan Teknologi Tepat Guna (TTG) terebut dilakukan oleh Bupati Alor, Amon Djobo beserta Pimpinan Cabang Bank NTT Cabang Alor, Detsuhi E. Obisuru, langsung di lokasi usaha Dusun 1, RT/ RW: 02/4, disaksikan Kepala Desa Lawahing dan sejumlah anggota kelompok yang terdiri dari para ibu Rumah Tangga.

Selain bantuan mesin yang juga diterima disejumlah wilayah di Kabupaten Alor yang tersebar di beberapa kecamatan penghasil buah kemiri, pada kesempatan tersebut Bupati Djobo juga menyumbang sejumlah dana untuk operasional kegiatan kelompok.

Bupati Djobo dalam sambutannya merasa bangga dengan semangat bekerja para ibu, terlebih Ibu Pendeta Laura Meza yang menjadi perintis kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat sejak setahun lalu (2019).

Bupati Dua Periode ini juga memuji usaha dan kerja keras para ibu yang tak kenal siang dan malam guna menghasilkan sebuah produk usaha yang sudah mulai dikenal dan diminta dari daerah luar.

“Saya lihat sangat luar biasa usaha kerja keras secara manual dari para ibu ini. Malahan saya dengar tadi dari laporan ketua kelompok, bahwa para ibu ini bekerja kadang dari pagi hingga pagi. Hal ini sangat saya hargai semua upaya dan jerih lelah serta kerja keras dan menjadi contoh bagi kita orang Alor yang lain di desa-desa, terutama di kota yang mulai malas bekerja keras,” puji Bupati Amon.

Bupati Djobo juga berpesan agar mesin yang dapat meningkatkan produksi ini digunakan secara baik dan bisa memproduksi secara berkelanjutan.

“Mama-mama semua, saya harap ini mersin pemeras minyak kemiri ini digunakan secara baik. Jangan disimpan sampai rayap mengeram di dalam. Artinyanya apa dengan hadirnya mesin industri kecil ini mama-mama tidak pakai tenaga yang besar lagi untuk produksi dan hasilnya bisa lebih cepat dan lebih banyak,” pinta Bupati.

Lebih lanjut Bupati Djobo berpesan kepada Ibu Pendeta GMIT Jemaat Betania-Menbang, Klasis Kabola ini agar bisa mengembangakan tanam-tamanan lain selain kemiri dalam rangka menemukan dan memproduksi obat-obatan yang berguna bagi kesehatan, termasuk pengobatan Virus Corona (Covid-19) yang sedang berlangsung.

Bupati Djobo juga mencontohkan beberapa jenis kayu dan rempah-rempah yang mampu menambah stamina sesorang, di antaranya: kayu ular, taduk, sareh, lengkuas, dan bawang putih yang kini menjadi bahan obat-obatan dan sirup bagi daya tahan tubuh yang dikembangkan di sejumlah negara di dunia.

Sementara itu, Pendeta Laura Mesa, ketika ditanya manfaat bantuan, dirinya mengatakan sangat membantu karena selama ini menggunakan tenaga manusia secara manual, sehingga lama produksinya bisa dua hingga tiga hari, namun dirinya merasa sangat senang, karena usahanya dari kecil dan gagal, namun sesuai dengan namanya: Paa Bala, dalam Bahasa Setempat berarti: Kesabaran, maka akhirnya membuahkan hasil dan dapat dijual ke sejumlah tempat di Alor dan di luar Alor, seperti dikirim ke Kupang, Atambu-Belu, Sabu dan Batam. Bahkan menurut istri dari Maksi Beli ini, bahwa seorang temannya telah membawa produksinya ke Hongkong.

Pendeta Meza dalam Pesan Singkat menulis, bahwa produksi minyak kemiri pada kelompok usaha yang dibimbingnya hingga saat ini, per hari mencapai 10 kilogram kemiri yang akan menghasilkan kurang lebih 48 botol berukuran 60 mili liter. Biasanya dijual dengan harga Rp 30 ribu/ pera botol.

Sistem penjualannya di Alor bisa pesan langsung atau ditemukan disejumlah toko dan kios. Juga yang jauh pesanannya melalui on line dan bila ada pemberli yang berminat bisa menghubungi nomor Kontak Person: Handphone 085253306934.

Khasiat yang diperoleh menurut beberapa orang yang telah menggunakannya dapat menyembuhkan berbagai penyakit masuk angin, gatal-gatal, nyeri otot, luka, dan dapat pula menghitamkan rambut yang putih (uban) serta menumbuhkan rambut yang botak.

Pendeta Meza juga berpesan bagi yang berminat bisa membeli Minyak Kemiri Berkualitas Tinggi Dari Dusun Pegunungan Lawahing hasil karya para ibu di kampung Menbang (Kampung Alang-alang). (Gabriel L. Tang/ Kasubag Komunikasi Pimpinan Setda Alor)

Komentar

Jangan Lewatkan