oleh

Kemenag Bina Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat Dasar dan Menengah

-Daerah, TTS-317 views

RADARNTT, Soe  – Kementrian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik menggelar pertemuan Pembinaan Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat Dasar dan Menengah angkatan ke-2 se kabupaten TTS, Jumad, (10/7/2020).

Kepala Kantor Kementerian Agama TTS Agus Nggiku, ketika membuka kegiatan ini menyampaikan terima kasih kepada Seksi Bimas Katolik karena tahun ini bisa menyelenggarakan kegiatan pembinaan. Ia pun betharap agar kegiatan ini dapat diikuti secara baik dan penuh tanggung jawab karena peserta yang hadir merupakan pilihan yang tepat dari para pengawas.

“Selama kurang lebih tiga bulan lamanya kita tidak bertemu seperti ini oleh karena itu perlu kita syukuri karena bertemu dalam tatanan hidup baru atau new normal,” tutur Nggiku.

Dia mengharapkan agar guru agama katolik menjadi contoh untuk protokol kesehatan karena orang baik adalah orang yang mendengar dan mau melaksanakan. Selain itu, “Saya selaku kepala kantor mau katakan bahwa nilai positif dari Covid ini adalah guru yang sebelum Covid tidak bisa menggunakan hp android namun covid saat ini bisa gunakan hp android agar dapat mengirim tugas dan materi pembelajaran kepada peserta didik,” kata Nggiku.

Artinya guru harus familiar dengan IT. Supaya guru jangan bingung atau merasa asing dengan teknologi, tegasnya. Lebih lanjut, ditegaskan Nggiku bahwa tugas Kementerian Agama ada tiga yakni: manajemen, pendidikan dan agama. Sedangkan guru memiliki empat yaitu: kompetensi, profesional, kepribadian, sosial dan spiritual.

Sementara Kepala Seksi Bimas Katolik, Cyrilus Don Ferdinand RH, kepada media ini menandaskan, maksud dari kegiatan ini, untuk sharing pengalaman proses KBM yang telah dilaksanakan selama ini sekaligus menimba dan membagi pengalaman diantara sesama guru pendidikan agama katolik akan apa yang telah dilakukan terutama berkaitan dengan pemanfaatan media sosial dan pembelajaran online (daring) ditengah covid-19.

Sedangkan tujuan utamanya adalah mengadakan refleksi dan evaluasi tentang pemanfaatan medsos dan proses pembelajaran online di tengah pandemi Covid-19. Selain itu ditegaskan, yang menjadi sasaran kegiatan ini, melakukan pendampingan 20 orang Guru Agama Katolik tingkat dasar dan menengah se kabupaten TTS.

Lebih lanjut dijelaskan Don Ferdinand, yang menjadi dasar hukum kegiatan hari ini adalah Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2020 tentang otonomi pendidikan. “Namun kegiatan ini tetap mengacu pada protokol kesehatan yakni mencuci tangan dan mengecek suhu badan peserta sebelum masuk ruangan atau aula Haumeni kantor Kementerian Agama TTS yang digunakan sebagai tempat kegiatan,” tegas Don Ferdinand.

Stef Tanmenu, salah satu peserta kegiatan mengungkapkan kegembiraannya, saya sangat senang karena ada beberapa hal yang sebelum kegiatan tidak tahu namun akhirnya tahu. “Misalnya dapat mengetahui google drive, telegram dan zoom cloud meeting yang dilatih atau diajarkan oleh bapak Wens dan Saudara saya Septian,” jelas Stef. ( AB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan