oleh

Korban Pengeroyokan dan Penganiayaan Pertanyakan Ketegasan Polsek Kota Komba

RADARNTT, Borong – Yosep Syukur (25) pemuda asal kampung Nunur, desa Mbengan, kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur, korban pengeroyokan dan penganiayaan mempertanyakan ketegasan sikap pihak kepolisian sektor (Polsek) Kota Komba.

Pasalnya, sudah membuat laporan polisi namum belum ada perkembangan penanganan kasus yang menipa dirinya.

Kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban Yosep Syukur berawal dari para pelaku menyenggol korban di acara syukuran komuni pertama yang berlangsung di Kampung Bungan desa Mbengan, Minggu, 11 Oktober 2020.

Kepada media ini, Kamis, (22/10/2020) Yosep mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kota Komba pada Rabu (14/10/2020). Namun, katanya, sampai saat ini laporan tidak membuahkan hasil.

“Kita sudah lapor kasus itu sekitar minggu lalu di polsek Kota Komba. Namun hingga saat ini, polisi juga masih membiarkan pelaku untuk berkeliaran di luar,” ungkapnya, kesal.

Menurut informasi dihimpun media ini, pengeroyokan dan penganiayaan dilakukan oleh tiga pemuda, berinisial E (22), J (23) dan A (23). Korban dikeroyok oleh ketiga pelaku hingga babak belur.

Pengakuan korban, hingga saat ini korban masih mengalami sakit akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku.

“Saya masih sangat merasakan sakit di bagian kepala dan merasa trauma dan beban tekanan sosial dari masyarakat,” ungkap Yosep.

Dikatakannya, hingga saat ini pihak keluarganya masih menunggu sikap kepolisian Polsek Kota Komba untuk menangkap pelaku yang berkeliaran dan meresahkan warga.

Terpisah via seluler, Praktisi Hukum Laurensius Ni, S.H., M.H mengatakan Kepolisian Sektor Kota Komba hendaknya segera menangkap pelaku pengeroyokan.

Kalau barang bukti sudah lengkap dan telah mengolah tempat kejadian perkara (TKP) hendaknya pihak kepolisian harus menahan para pelaku pengeroyokan dan penganiayaan.

“Itu kan sudah ada alat bukti seperti hasil visum dan para saksi, harus ditangkap pelakunya. Jangan sampai mereka berkeliaran dan meresahkan warga di lingkungan,” tegas Praktisi Hukum Laurensius.

Laurensius juga mengatakan bahwa sikap Polsek Kota Komba semestinya tegas dan harus gerak cepat terhadap hal yang terjadi di lapangan. Mengingat sikap masyarakat yang belum paham tentang undang undang, akan menyebabkan persoalan baru.

“Kalau mereka dibiarkan berkeliaran di luar, nanti berpotensi untuk saling balas dendam dan memicu pada persoalan baru. Jadi harus diamankan para pelaku sampai pada saat disidangkan,” tegas Akademisi Santu Paulus itu.

Melalui sambungan selular, Kamis (22/10/2020), Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Deddy S. Karimoy, ketika dihubungi media ini mengatakan bahwa hal itu benar terjadi minggu lalu, pihaknya masih menunggu laporan selanjutnya dari pihak Polsek Kota Komba.

Dikatakannya, kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang melibatkan korban Yosep warga Kampung Nunur, desa Mbengan tersebut masih berlangsung secara hukum, dan pihak Polsek masih melakukan penyidikan.

“Soal penahanan itu kan bukan hal yang harus dilakukan, itu tergantung dari penyidik di lapangan. Apabila pelaku mengakui, dan tidak lari dan tidak mengurangi barang bukti, bisa juga tidak tahan,” ujar Iptu Deddy.

Kasat Deddy, kepada media mengaku akan terus memantau perkembangan proses penyidikan Polsek Kota Komba. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan