oleh

KPU Sumba Barat Tetapkan Hasil, Jon-Jon Unggul 61 Suara dari Niga-Oris

RADARNTT, Waikabubak – Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat KPU Kabupaten Sumba Barat telah usai, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade – Jhon Lado Bora Kabba (Jon-Jon) unggul 61 suara dari Agustinus Niga Dapawole – Gregorius H. B. L. Pandango (Niga-Oris).

Rapat pleno rekapitulasi yang berlangsung di Aula KPU Kabupaten Sumba Barat, Selasa (15/12/2020) menetapkan perolehan suara masing-masing paslon yaitu, Yohanes Dade – Jhon Lado Bora Kabba (JonJon) memperoleh 19.534 suara, paslon Marthen Ngailu Toni – Agustinus Bernardus Bora (Toni-Agus) memperoleh 8.374 suara, paslon Agustinus Niga Dapawole – Gregorius H. B. L. Pandango (Niga-Oris) memperoleh 19.473 suara, dan paslon Daniel Bili – Timotius Tede Ragga (ANIMO) memperoleh 17.932 suara.

Berikut rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten yang digelar oleh KPU Kabupaten Sumba Barat, yakni:

Kecamatan Laboya Barat:

JonJon : 1.880
Toni-Agus : 311
Niga-Oris : 575
Animo : 1.544

Kecamatan Lamboya:

JonJon : 4.216
Toni-Agus : 373
Niga-Oris : 1.015
Animo : 4.473

Kecamatan Wanokaka:

JonJon : 1.971
Toni-Agus : 4.195
Niga-Oris : 1.704
Animo : 1.490

Kecamatan Tana Righu:

JonJon : 2.352
Toni-Agus : 879
Niga-Oris : 5228
Animo : 1.937

Kecamatan Loli:

JonJon : 3.597
Toni-Agus : 1631
Niga-Oris : 5.712
Animo : 5.099

Kecamatan Kota Waikabubak:

JonJon : 5.518
Toni-Agus : 985
Niga-Oris : 5.239
Animo : 3.389

Dari hasil penghitungan rekapitulasi suara yang disampaikan oleh masing-masing Ketua PPK se-Kabupaten Sumba Barat, ketiga saksi pasangan calon yaitu saksi paslon nomor urut satu, saksi paslon nomor urut dua dan saksi paslon nomor urut empat menyatakan menerima hasil penghitungan suara dari enam Kecamatan.

Sementara itu, saksi pasangan calon nomor urut tiga Agustinus Malana menolak hasil penghitungan suara dari tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kota Waikabubak, Tana Righu dan Wanokaka. Sedangkan ketiga Kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Laboya Barat, Kecamatan Lamboya dan Kecamatan Loli saksi paslon nomor urut tiga Agustinus Malana menerima hasil penghitungan suara tersebut.

Alasan saksi paslon nomor urut tiga Agustinus Malana menolak hasil penghitungan suara dari tiga Kecamatan, diantaranya:

Pertama, adanya klarifikasi dari ketua PPK Kota Waikabubak terkait daftar pemilih disabilitas, dimana pencatatan untuk disabilitas dalam berita acara tercatat 85 orang, namun setelah PPK mencermati jumlah pemilih disabilitas yang tercatat dalam DPT berjumlah 96 orang.

Kedua, di Kecamatan Tana Righu, menurut saksi paslon nomor urut tiga Agustinus Malana, di TPS satu Desa Manu Kuku, menurut Agustinus Malana Ketua KPPS tidak mengambil sumpah/janji sebelum membuka kotak suara di TPS, ketua KPPS tidak mengumumkan kepada pemilih cara memberikan suara, ketua KPPS tidak menyampaikan jumlah surat suara, terdapat angka ajaib di salah satu TPS.

Ketiga, saksi paslon nomor urut tiga Agustinus Malana menolak hasil penghitungan suara di Kecamatan Wanokaka karena adanya perpindahan pemilih dari TPS satu Desa Hupu Mada ke TPS empat Desa Bali Loku. Menurut Agus Malana, hal ini sangat berpengaruh terhadap angka-angka ketika proses itu ada yang kurang beres, maka akan berpengaruh terhadap hasil.

Sesuai pantauan media ini, saksi paslon nomor urut tiga tidak mengikuti penandatanganan berita acara yang disiapkan oleh Ketua dan Anggota KPU setelah Ketua dan Anggota KPU menetapkan hasil penghitungan suara tingkat KPU Kabupaten Sumba Barat. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan