oleh

Kronologi Ancaman Penikaman Pastor Paroki Nurobo

-Belu, Daerah, Hukrim-2.610 views

RADARNTT, Atambua – Berikut kronologi kasus ancaman penikaman terhadap Pastor Paroki Santa Maria Fatima Nurobo, Keuskupan Atambua, Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF.

Pada Rabu, 29 Janurari 2020 tepat pukul 18.15-18.30, bertempat di Dusun Auktuik A, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu terjadi ancaman penikaman terhadap Pastor Paroki Santa Maria Fatima Nurobo, Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF.

Saat itu saya mengisi bensin eceran di pinggir jalan negara. Saya melihat dua anak yang menjual ikan dipukul oleh pelaku. Saya mengatakan kepada pelaku, “WOI JANGAN BEGITU.” Pelaku bernama Tus Moruk menuju ke saya dan berkata, “LU MAU APA?” Saya menjawab, “KALAU ADA MASALAH BICARA BAIK-BAIK DENGAN TEMAN TO,” tutur Pater melalui rilis tertulis yang diterima media ini, Minggu (2/2/2020).

Lalu pelaku menjawab, “LU MAU APA, APA URUSANMU?” Pelaku berlari menuju ke arah saya dan melompat untuk menikam saya. Saya menghindar. Bapak Siprianus Ulu (Bapak Pater Jefri Ulu, CMF) yang saat itu berada di tempat kejadian berteriak dan mengatakan, “JANGAN ITU OM PATER NUROBO.” Pelaku tahu bahwa saya seorang pastor dan pelaku memaki dan menghina saya dengan kata-kata berikut ini, “KAU ORANG MISKIN DATANG MENGEMIS DI SINI, HARI-HARI MAKAN DARI UANG KOLEKTE HARI MINGGU, ROMO PUKIMAI, KAMI PUNYA ADAT TIDAK TERIMA KAU MAKANYA RP. 250.000,00 SAYA TIDAK KASIH KAN? KAU MAU APA!” Saya diam saja dan saya siap melindungi diri.

Saya mencari tempat dan posisi yang aman. Saat itu ada seorang anak muda, orang Sabu, yang menegur, “JANGAN BEGITU.” Pelaku berlari ke arahnya. Tanggapan pelaku, “SABU KAU MAU APA?” Lalu orang Sabu itu memutar motornya dan pulang.

Setelah itu pelaku berlari ke arah saya dan mengulangi kata-kata yang sama. Pelaku melompat dan menikam untuk yang ke dua kalinya. Saya menghindar lagi. Ketika pelaku mendengar teriakan dari Mama Margareta Aek (Mamanya Pater Jefri Ulu, CMF), dia menuju ke suara teriakan itu. Ketika itu juga pelaku mengatakan cacian dan makian yang sama kepada saya.

Pelaku kembali ke arah saya untuk menikam yang ke tiga kalinya. Saya maju berhadapan dengan pelaku. Ketika dia memukul dengan tangan kiri, saya menangkap tangannya. Lalu, saat dia hendak menikam dengan tangan kanan, terdengar teriakan ibu-ibu, “PATER, PATER.” Lalu dia berlari ke arah ibu-ibu. Seorang ibu muda maju dan memeluk dia. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Ketika pelaku membalikan badan, korban pertama menghidupkan motor dan berlari. Teman pelaku menghidupkan motor dan bersama pelaku mengejar korban pertama.

“Ketika melihat pelaku mengejar korban pertama, saya memutar mobil untuk mengejar pelaku. Saat itu saya tidak menemukan mereka,” imbuh Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan