oleh

Kupang Kota Kasih Tak Lagi Nyaman, Butuh Literasi Kriminal

RADARNTT, Kupang – Kota Kupang yang dijuluki Kota Kasih, ternyata belum aman dan nyaman bagi warganya, demikian dikatakan Ketua Literasi Nusa Tenggara Timur (NTT) Polikarpus Do, lantaran salah satu pegiat Literasi NTT Ryant Kopling dianiaya seorang pemuda yang tengah mabuk miras di tempat jualannya di Bundaran Tirosa Kota Kupang pada Sabtu malam.

Hal ini disampaikan Polikarpus saat dijumpai media ini di Kupang, Selasa, (21/1/2020).

Peristiwa naas yang menimpa Ryant Kopling, lanjut Ketua FTBM NTT ini, sangat mengganggu kenyamanan masyarakat NTT khususnya Kota Kupang, baik yang sedang beraktivitas jualan di malam hari maupun masyarakat yang rekreasi pada tempat umum yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Kupang.

Polikarpus juga menambahkan, kasus yang menimpa sahabat Pegiat Literasi NTT Ryant Kopling (kopi keliling kota Kupang) yang intens dalam gerakan literasi lewat karyanya, dirinya sangat sesal dan prihatin dengan tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap aktivitas dari sahabat Ryant. Oleh karena itu, dirinya mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku tindakan kriminal tersebut, agar diberi ganjaran sesuai perbuatannya.

“Kalau kota ini masih sering terjadi peristiwa yang tidak bermartabat seperti ini, maka tidak heran kalau kota ini akan kembali ‘tidur’ mestinya kita sebagai warga pengguna fasilitas yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Kupang perlu jaga, baik dari aspek kebersihan dan tak kalah penting juga soal keamaman warga yang beraktivitas pada ruang tersebut,” jelas Polikarpus.

Kata Polikarpus, keamanan kebersihan lingkungan kota ini adalah milik bersama agar kota ini nyaman bersih dan tetap menjaga kedisiplinannya, hal ini juga menjadi tanggung jawab kita masing-masing masyarakat kota harus rasa memiliki kota ini sehingga kota Kupang menjadi barometer bagi 21 kabupaten di NTT.

Dirinya berharap pendidikan edukasi Literasi harus diterapkan diberbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk ruang lingkup pelaku kajahatan di wilayah NTT pada umumnya dan Kota Kupang khususnya. Dengan demikian, kata Polikarpus, persaudaran dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat lebih mengedepankan kekeluargaan dan persahabatan.

“Maka kota kasih harus dihuni oleh warga yang memiliki rasa kasih terhadap sesama,” tegas Polikarpus. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan