oleh

KUR Cluster Jangkau Petani Kopi Golo Nderu Manggarai Timur

RADARNTT, Borong – Upaya meningkatkan perekonomian petani kopi Desa Golo Nderu, Kecamatan Pocoranaka, Kabuapten Manggarai Timur. Kepala Desa Golo Nderu, Gaspar Hasan menggandeng Bank BNI KCP Ruteng melakukan sosialisasi KUR cluster dengan Skema Offtaker Pertanian. Sabtu, (5/9/2020) di Lamba, Desa Golo Nderu.

KUR cluster yang dimaksud adalah pembiayaan KUR kepada kelompok usaha dengan plafon hingga Rp500 juta tanpa jaminan.

Gaspar Hasan menyampaikan, kemampuan masyarakat Golo Nderu dalam bertani sudah sangat paham, namun belum sejahtera. Gaspar mengaku hal itu terjadi lantaran masyarakatnya banyak terkendala modal untuk mengelola lahan pertanian mereka.

“Saya yakin untuk mengelola pertanian Kopi, masyarakat Golo Nderu sudah mumpuni, namun selalu terkendala di modal. Hal ini menjadi masalah kita bersama dan harus segera kita tangani,” ujar Kades Gaspar.

Kades Gaspar menuturkan pendampingan terhadap petani Kopi di Desanya terus diupayakan melalui pelatihan oleh pemerintah maupun LSM yang bergerak dibidang pertanian kopi.

“Selama ini pelatihan dan inovasi menanam kopi sering kita lakukan, kita kirim petani dan datangkan yang memiliki kompetensi bidang pertanian ke sini,” ujar Kades Gaspar.

Mengatasi kendala modal yang dikeluhkan para petani, pihaknya menggandeng BNI KCP Ruteng untuk membantu permodalan bagi petani Kopi.

“Kita gandeng BNI untuk solusi permodalan bagi petani kita. Dengan harapan BNI menyalurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) Clusternya ke Desa Golo Nderu,” kata Kades Gaspar.

Sementara, Pimpinan BNI KCP Ruteng Soleman Rimo Soge menyampaikan dengan adanya KUR akan membantu petani dalam pengelolaan lahan pertanian, untuk melakukan peminjaman KUR kata Dia, petani tidak harus memiliki sertifikat untuk jaminannya

“Ada persyaratan untuk meminjam namun persyaratan tersebut tidak terlalu membebani petani. Sertifikat tidak dibutuhkan, cukup keterangan dari Kades tentang kepemilikan tanah tersebut. Asalkan para petaninya diwadahi dengan kelompok sehingga muda dipantau,” ujar Soleman.

Adanya KUR, kata Soleman, BNI berharap para petani dapat menambahkan modal sehingga terjadi penguatan ekonomi nasional dan percepatan keuangan Daerah.

“Kita akan membantu petani dengan modal dari KUR sehingga petani terbantu dan bisa mengelola lahan pertanian tanpa modal sendiri namun menggunakan dana KUR,” tuturnya.

Teknis pengembaliannya jelas Soleman, petani mengembalikan usai pasca panen. Sehingga tidak membebani petani. “BNI menyalurkan sesuai kebutuhan petani, kita beri 10 sampai 25 juta dengan syarat memiliki kebun kopi, foto copy E-KTP suami istri, Kartu Keluarga, dan rekomendasi dari Kepala Desa,” jelasnya.

Sosialisasi KUR Cluster BNI tersebut dihadiri kurang lebih warga Golo Nderu yang tergabung dalam kelompok tani Golo Roja. (TIM/RN)

Komentar