oleh

Laskar 88 Merusak Budaya Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Sikap dan sepak terjang komunitas yang menamakan diri Laskar 88 di Kabupatem Manggarai, Flores dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Manggarai tahun 2020 dinilai sangat meresahkan masyarakat dan merusak nilai budaya Manggarai yang kental dengan etika dan sopan santun masyarakat.

Salah satu tokoh Manggarai di Kota Kupang, Antonius Ali mengatakan, orang Manggarai yang terkenal sopan dan santun, sudah tak kelihatan lagi. Apakah demi kepentingan politik, etika sopan santun terhadap seorang perempuan yang isteri seorang mantan Bupati dan Anggota DPRD provinsi, sudah tidak perlu lagi.

“Saya sedih sekali melihat postingan ini, Saya selaku seorang laki-laki, sangat malu melihat kelakuan para lelaki milenial Manggarai, sudah tidak beradab dan tidak hargai sopan santun pergaulan hidup. Terlepas soal hukum, secara etis, perlakuan orang-orang tersebut sudah tidak etis lagi. Mari kita jaga sopan santun agar hidup ini tentram dan damai,” tulis Antonius Ali di grup WhatsApp IKMR belum lama ini, merespons beredar luas di dunia maya (sosial media) vidio dugaan pengadangan terhadap ibu Yeni Veronika oleh anggota Laskar 88 di Waeka, desa Bangka Lelak, kecamatan Lelak, kabupaten Manggarai.

Menurut Anton Ali, sapaanya bahwa, tindakan oknum anggota Laskar 88 yang diduga mengadang perjalanan seseorang di tengah jalan merupakan sikap yang tidak terpuji dan sangat mencederai nilai sopan santun dan cinta kasih yang mengakar dalam budaya masyarakat Manggarai.

Oleh karena itu, ia mengutuk keras sikap-sikap yang cenderung menggunakan kekerasan di masyarakat terutama dalam hajatan politik Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai tahun 2020.

Hal senada disampaikan tokoh muda Manggarai Aloysius Gambut, bahwa perbedaan pilihan politik dalam kontestasi Pilkada adalah hal yang biasa dan wajar, dalam alam demokrasi.

“Sesungguhnya mari mengelola perbedaan menjadi persamaan,” kata pria yang kerap disapa Lois via seluler, Kamis (3/12/2020) di Ruteng.

Aloysius menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh oknum yang ditengarai sebagai kaum milenial dalam komunitas Laskar 88, sebagai generasi kekinian harusnya lebih mengedepankan nilai humanis dan emansipasi.

“Sebagai generasi milenial mestinya memanfaatkan teknologi dan informasi yang berkembang pesat saat ini untuk memajukan nilai kemanusiaan,” kata Lois.

Aloysius mengajak kaum muda kabupaten Manggarai untuk lebih mengedepankan etika dan nilai budaya Manggarai yang sangat terkenal sopan santun dan saling mengasihi.

“Mari kita berpolitik yang cerdas, beradu gagasan dan konsep membangun daerah bukan beradu otot. Apalagi menggunakan kekerasan untuk memenuhi nafsu kekuasaan,” pinta Aloysius Gambut.

Menurutnya, diduga keberadaan komunitas Laskar 88 memihak salah satu pasangan calon kontestan Pilkada Manggarai yang menampilkan duel Deno Kamelus-Victor Madur melawan Heribertus Nabit-Heribertus Ngabut.

Saat berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak Laskar 88, namun belum mendapatkan kontak pengurus maupun anggotanya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan