oleh

Letusan Ile Lewotolok Tipe Strombolian

RADARNTT, Lewoleba – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ile Lewotolok melaporkan bahwa aktivitas Strombolian yang terjadi saat ini bisa mengindikasikan bahwa sistem sudah terbuka, magma sudah tiba di puncak, sehingga untuk terjadi erupsi eksplosif yang lebih besar dari tadi pagi probabilitasnya relatif kecil, karena magma sudah menemukan pintu keluarnya. Kalau kempes terus, erupsi bisa berakhir dalam beberapa hari-minggu ke depan, lama sebentarnya erupsi ini bergantung dari volume intrusi magmanya.

Erupsi sekarang adalah kulminasi dari intrusi yang sudah berlangsung setidaknya dari September 2017 lalu saat kita merekam banyak gempa vulkanik (gempa frekuensi tinggi). Tapi gunung api ini sifatnya non-linear. Ada juga kasus dimana meskipun telah Strombolian tapi tetap ada erupsi eksplosif, yaitu kalau masih ada migrasi magma yang signifikan dan kalau ada kondisi dimana sistem kembali tertutup sementara. Kondisi ini sifatnya dinamis. Nanti dari seismik, indikasinya itu kalau tremor hilang atau kalau tremor amplitudo sangat rendah sekali tapi ada rentetan gempa vulkanik maka tidak akan lama biasanya akan erupsi eksplosif lagi.

Tapi kalaupun misal tidak erupsi eksplosif, skenario lain yang perlu diwaspadai adalah tumpukan lava di kawah, kalau ada penambahan volume lava dan membentuk kubah maka risiko potensi guguran lava/awan panas. Tapi kalau tidak ada penumpukan kubah, bisa juga berupa efusi lava, misal lava mengalir lewat bukaan di tenggara. Potensi yang lain, erupsi memicu longsoran material lapuk yanng ada di permukaan kawah bagian tenggara.

Laporan aktivitas gunung api Ile Lewotolok periode pengamatan Minggu, (30/11/2020) pukul 00:00-06:00 WITA bahwa gunung dengan ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut (mdpl) menunjukkan kondisi meteorologi cuaca cerah, angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 25.3 °C.

Gunung terlihat jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 1400-2000 meter di atas puncak kawah. Teramati 7 kali letusan dengan tinggi 1400-2000 meter dan warna asap kelabu. Letusan disertai dentuman, aliran material pijar dan tercium bau belerang yang menyengat di sekitar pos pengamatan.

Letusan menimbulkan guncangan gempa sebanyak 7 kali, dengan amplitudo 20-30 mm, durasi 110-189 detik. Sementara gempa Vulkanik Dalam sebanyak 25 kali, dengan amplitudo 14-35 mm, S-P 0.5-1 detik, durasi 8-30 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 3-13 mm (dominan 6 mm)

Tingkat aktivitas gunung Ile Lewotolok saat ini kategori Level III Siaga.

Masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 4 kilometer dari puncak/pusat aktivitas gunung Ile Lewotolok.

 

Penyusun Laporan:
Yeremias Kristianto Pugel, A.Md.

Sumber Data:
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok https://magma.esdm.go.id/

Komentar

Jangan Lewatkan