oleh

Listrik kembali menerangi desa Tuapakas dan Oemaman

-Daerah, TTS-678 views

RADARNTT, Soe – Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Army Konay bersama General Manager PLN UIW NTT beserta jajaran meresmikan Pengoperasian Jaringan Listrik untuk sekitar 378 kepala keluarga di Desa Tuapakas dan Desa Oemaman, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Peresmian Listrik Gratis ditandai dengan penyalaan perdana listrik pasa Rumah Ibadah dan rumah pelanggan yang telah terpasang meteran dan jaringan listrik.

Wakil Bupati Army Konay dalam sambutannya mengucapkan, “Syukur Kepada Tuhan dalam menyambut Ramadhan kita bisa melistriki Desa Tuapakas dan Desa Oemaman”.

Menurut Army Konay, dengan kehadiran tokoh agama dan masyakat di tempat ini ungkapan Jadilah Terang diantara orang-orang yang menerangi seperti PLN boleh hadir karena listrik menunjang aktivitas, pendidikan dan kesehatan. “Masih ada beberapa desa belum berlistrik karena terkendala material dan meskipun dalam keadaan covid pada hari ini juga kita boleh melakukan peresmian dengan duduk berjarak, memakai masker. Kami mohon kepada PLN, kalau bisa terus membantu masyarakat baik berupa penerangan/bantuan CSR,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager Ignatius Rendroyoko menyampaikan , “Puji Tuhan kita bisa hadir untuk peresmian pengoperasian listrik dan harapannya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk produktivitas masyarakat,” ucapnya

Kedatangan kami adalah bentuk nyata dari Pemerintah melalui PLN walaupun ditengah covid, masyarakat juga bisa berjuang dan seperti sebelumnya yang disampaikan Bapak RI 1 bahwa selama 3 bulan dimulai dari bulan April, Mei, dan Juni 2020 mendapatkan bantuan listrik Gratis daya 450 kVa dan potongan 50% untuk daya 900 kVa bersubsidi. “Semoga dapat meringankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Rendroyoko.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Manager PLN UP2K Kupang Cahyo Gunadi, pengoperasian listrik disini membutuhkan material JTM (Jaringan Tegangan Menengah) 8.9 KMS, JTR (Jaringan Tegangan Rendah) 19 KMS dan Gardu 4 buah dengan total daya 200 kVa.

Kebahagiaan dirasakan pada keluarga bapak Hengky Leo dan Ibu Debora Benu selaku masyarakat RT 01 RW 01 Desa Tuapakas menyampaikan rasa lega dari gelap dengan pelita menuju terang listrik, “Kami merasa lega bahwa selama ini hanya memakai pelita dan hari ini bisa merasakan listrik dari penerangan PLN kedepannya bisa menjadi produktif dimana dulu memakai pelita 75ribu untuk perbulan dan sekarang bisa sebulan lebih dan istri yang dulu aktivitasnya menenun berapa jam sekarang bisa diperpanjang karena sudah ada penerangan jadi bisa dijual lebih cepat,” tutur Hengky.

Komentar

Jangan Lewatkan